KUDUS—Alunjiva Indonesia bersama Microsoft Elevate menggelar dialog publik dan pelatihan di Universitas Muria Kudus (UMK) untuk memperkuat literasi digital serta keterampilan Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini menyasar mahasiswa, pelaku UMKM, masyarakat umum, hingga penyandang disabilitas.
Agenda yang mengusung tema Membangun Kapasitas Digital yang Inklusif itu merupakan bagian dari program EQUAL (Empower Equality AI Initiative) Batch 2. Kegiatan difasilitasi Badan Eksekutif Mahasiswa UMK dan berlangsung di auditorium kampus.
Sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si dan Nicky Clara, founder Alunjiva Indonesia.
Dalam pemaparannya, Lestari Moerdijat menyoroti pertumbuhan penggunaan AI di Indonesia yang disebut telah melampaui 64 persen masyarakat pada periode 2025–2026. Namun, ia menekankan pentingnya perluasan akses bagi kelompok rentan. Mengacu data BPS 2020, mayoritas penyandang disabilitas masih bekerja di sektor informal karena minimnya pelatihan digital.
Lestari menyebut pemanfaatan AI dapat memberi akselerasi bagi UMKM lokal dan kegiatan yang bersifat inklusif. Meski demikian, kemampuan berpikir kritis dinilai tetap menjadi kunci agar teknologi dapat dikendalikan secara bertanggung jawab.
Rektor UMK Prof. Darsono mengingatkan potensi munculnya intelligence gap atau jurang kecerdasan apabila teknologi hanya dikuasai kelompok tertentu. Ia menegaskan AI perlu diposisikan sebagai co-pilot yang membantu produktivitas, bukan menggantikan peran manusia sepenuhnya.
“Pembangunan AI yang inklusif harus berpijak pada keadilan data dan aksesibilitas bagi semua lapisan masyarakat,” kata Darsono.
Melalui program EQUAL Batch 2, peserta mendapatkan pelatihan praktis pemanfaatan AI untuk pengembangan usaha dan kreativitas digital. Seluruh peserta juga menerima E-Certificate Badge resmi dari Microsoft sebagai bentuk apresiasi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya ekosistem digital Indonesia yang lebih adaptif dan inklusif, sekaligus memberi dampak bagi daya saing masyarakat di tengah transformasi teknologi.