BERITA TERKINI
Pemkab Pasaman Perluas Internet Gratis di Wilayah 3T dan Blankspot, 25 dari 42 Kejorongan Sudah Terjangkau

Pemkab Pasaman Perluas Internet Gratis di Wilayah 3T dan Blankspot, 25 dari 42 Kejorongan Sudah Terjangkau

Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai memperluas akses internet gratis ke wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta daerah blankspot yang selama ini belum terlayani jaringan memadai. Upaya ini ditujukan untuk mengatasi keterbatasan akses digital yang dinilai berdampak pada lambatnya layanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan terpencil.

Program yang menjadi bagian dari inisiatif Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian ini tidak hanya berfokus pada pemasangan perangkat jaringan. Pemerintah daerah menargetkan terbukanya akses informasi, percepatan pelayanan publik, serta kesempatan yang lebih setara bagi masyarakat di wilayah terpencil agar terkoneksi dengan perkembangan digital.

Pelaksanaan program dilakukan oleh tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pasaman yang turun langsung ke lapangan. Tim melakukan peninjauan lokasi, menentukan titik pemasangan, menyiapkan perangkat, hingga memastikan jaringan dapat digunakan oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Pasaman, Fatrizon, menyebut fokus utama program ini berada pada wilayah yang belum terjangkau internet, terutama kejorongan yang membutuhkan jaringan untuk pelayanan nagari, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan masyarakat lainnya. Pernyataan itu disampaikan saat jumpa pers evaluasi satu tahun program unggulan di Media Center Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026), didampingi Sekretaris Ahdi Susanto dan Kabid Technology Informasi Nurhaqi.

Dalam satu tahun kepemimpinan Welly–Parulian, program internet gratis tersebut disebut menunjukkan perkembangan. Dari target 42 kejorongan blankspot, sebanyak 25 kejorongan telah berhasil terakses layanan internet gratis.

Meski demikian, Diskominfo Pasaman menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, mulai dari kondisi geografis, akses jalan, hingga sebaran permukiman. Pemerintah daerah menyatakan perlu terus melanjutkan pemasangan agar wilayah yang belum terjangkau dapat segera mendapatkan layanan.