Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperluas akses internet ke wilayah pedalaman dan daerah yang masih mengalami blank spot. Hingga Mei 2026, tercatat 2.080 titik fasilitas publik telah mengajukan layanan internet berbasis Starlink.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, mengatakan dari total pengajuan tersebut sebanyak 378 titik sudah aktif beroperasi.
Rangga menjelaskan, keterbatasan jangkauan layanan menjadi salah satu pertimbangan dalam penguatan jaringan di lapangan. Menurutnya, Starlink memiliki radius layanan sekitar 200 hingga 300 meter, sehingga pada desa dengan wilayah luas dan sebaran penduduk yang berjauhan, diperlukan penguatan lanjutan agar akses internet dapat menjangkau lebih banyak warga.
Saat ini, Pemprov Kalteng masih menjalankan proses verifikasi dan validasi terhadap titik-titik yang diajukan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan layanan internet yang dipasang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan memberikan dampak yang luas.
Rangga menambahkan, program penguatan internet menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan pendidikan, akses informasi, dan pelayanan publik. Ia juga menilai, jika menunggu pembangunan BTS, prosesnya dapat memakan waktu lebih lama, terlebih dengan kondisi anggaran saat ini. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan agar daerah blank spot dapat lebih cepat teratasi.