KONI Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat sebanyak 5.017 atlet dan 1.072 ofisial telah terdaftar sebagai peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Data tersebut berasal dari seluruh kabupaten/kota yang melakukan pendaftaran sebelum memasuki tahap keabsahan peserta.
Koordinator Tim Pendaftaran Atlet Porprov KONI NTB, H. Suhaimi, mengatakan seluruh proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Sporta oleh KONI kabupaten/kota kepada KONI provinsi. “Jumlah itu dari seluruh kabupaten/kota sebelum dilakukan keabsahan. Itu murni pendaftaran atlet dan ofisial yang sudah dilakukan melalui aplikasi Sporta oleh KONI kabupaten/kota ke KONI provinsi,” ujarnya.
Suhaimi menjelaskan, pendaftaran ditutup pada awal April 2026. Setelah penutupan, panitia melanjutkan ke tahap keabsahan atlet maupun pelatih yang akan menjadi peserta Porprov NTB 2026.
Dalam proses keabsahan, panitia menaruh perhatian pada sejumlah hal yang kerap muncul, termasuk kesesuaian batas usia atlet dengan ketentuan tiap cabang olahraga (cabor). Verifikasi juga mencakup status mutasi atlet, terutama bagi atlet yang sebelumnya berasal dari provinsi lain, yang diwajibkan melengkapi dokumen mutasi sesuai aturan.
“Biasanya terkait batasan umur atlet. Kemudian kalau ada atlet pindahan dari provinsi lain harus dipastikan sudah dimutasi dan ada surat-surat mutasinya,” kata Suhaimi.
Selain itu, keabsahan peserta juga mencakup kesesuaian status atlet dengan kabupaten/kota atau KONI yang mendaftarkan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kendala administrasi maupun kepesertaan saat pelaksanaan Porprov berlangsung.
Suhaimi menambahkan, setiap cabor memiliki aturan dan ketentuan berbeda dalam proses verifikasi atlet maupun ofisial. Karena itu, pemeriksaan dilakukan berdasarkan Technical Handbook (THB) masing-masing cabor.