Tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin Prof. Mitra Djamal memperkenalkan pemanfaatan Surface Enhanced Raman Spectroscopy (SERS) untuk mendeteksi kontaminan pada minyak sawit. Metode ini ditujukan untuk mempercepat proses analisis dibandingkan prosedur pengujian konvensional yang selama ini memerlukan waktu laboratorium relatif lama.
Pendekatan berbasis spektroskopi tersebut bekerja dengan membaca struktur molekul pada sampel, baik minyak sawit mentah maupun produk turunannya. Hasil pengujian menunjukkan teknik spektroskopi Raman mampu memberikan faktor peningkatan intensitas molekul hingga 10 pangkat 14 sampai 10 pangkat 15.
Dalam penelitian ini, parameter kualitas seperti kandungan Asam Lemak Bebas (ALB) dilaporkan dapat diprediksi secara akurat. Pengujian dilakukan dengan membandingkan sampel Crude Palm Oil (CPO) dan Crude Palm Kernel Oil (CPKO).
Selama ini, pengujian mutu minyak sawit umumnya mengandalkan sejumlah parameter, antara lain bilangan yodium, kadar air, kotoran, serta Deterioration of Bleachability Index (DOBI). Namun, metode konvensional tersebut dinilai memerlukan proses pengerjaan yang cukup panjang dan persiapan sampel yang kompleks bagi analis.
Spektroskopi Raman ditawarkan sebagai alternatif analisis yang bersifat non-destruktif, yakni tidak merusak sampel yang diuji. Teknologi pemindaian spektrum ini disebut mampu memberikan informasi mengenai perubahan kualitas berdasarkan struktur molekul, mengurangi dimensionalitas data spektral tanpa menghilangkan informasi utama karakteristik minyak, serta memungkinkan identifikasi cepat terhadap kandungan kontaminan berbahaya dalam minyak sawit.
Pengembangan metode ini juga mengintegrasikan analisis statistik Partial Least Square (PLS) atau kemometri. PLS digunakan untuk memodelkan hubungan antara parameter kualitas fisik minyak dengan spektrum cahaya Raman yang ditangkap perangkat. Para peneliti mengusulkan PLS untuk mengeksplorasi kualitas minyak yang konsentrasinya belum diketahui, dengan mempelajari berbagai prediktor spektral guna menghasilkan prediksi kadar ALB yang mendekati hasil uji kimiawi.
Model PLS yang digunakan menunjukkan perbandingan yang konsisten antara metode kimia American Oil Chemists' Society (AOCS) dan hasil spektroskopi. Validasi ini dinilai dapat memberi kepastian akurasi bagi pelaku industri yang membutuhkan data cepat.
Sejumlah produk yang telah diuji menggunakan perangkat ini meliputi CPO, CPKO, serta Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO). Penerapan kemometri dalam pengolahan data spektral disebut membantu memastikan perubahan kecil pada molekul dapat terdeteksi, yang dipandang penting untuk menjaga standar kualitas baik untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku industri.