BERITA TERKINI
Peneliti ITB Kembangkan Teknologi Olah PFAD Jadi Pengental Kosmetik dan Eksipien Farmasi

Peneliti ITB Kembangkan Teknologi Olah PFAD Jadi Pengental Kosmetik dan Eksipien Farmasi

Tim peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan teknologi untuk mengolah Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) atau Distilat Asam Lemak Sawit—produk sampingan dari proses pemurnian Crude Palm Oil (CPO)—menjadi bahan pengental kosmetik berkualitas tinggi. PFAD dikonversi menjadi garam magnesium asam lemak yang ditujukan untuk kebutuhan industri farmasi dan kecantikan, termasuk sebagai eksipien serta antioksidan.

Penelitian ini menargetkan peningkatan skala produksi magnesium stearat dari satu kilogram per batch menjadi satu setengah kilogram per batch, dengan tujuan mencapai kapasitas lima kilogram per hari. Secara teknis, PFAD disebut kaya asam lemak, vitamin E, dan antioksidan yang dapat dinetralisasi menggunakan magnesium oksida untuk menghasilkan konsentrat vitamin E serta garam Mg-PFAD.

Riset bertajuk Grant Riset Sawit (GRS) K-22 ini merupakan kelanjutan dari penelitian tahun sebelumnya yang berfokus pada kesiapterapan teknologi agar produksi dapat ditingkatkan menuju skala komersial, baik untuk pasar nasional maupun internasional.

Dalam pengembangan prosesnya, tim peneliti menjalankan sejumlah tahapan untuk menjaga konsistensi kualitas produk akhir. Tahapan itu mencakup uji konsistensi produksi skala laboratorium dengan berbagai vendor komersial, peningkatan kapasitas produksi harian untuk kebutuhan uji coba industri, pemeriksaan spesifikasi komposisi disertai penyusunan dokumen Certificate of Analysis (CoA), serta uji aplikasi pada sediaan tablet obat dan formulasi krim kosmetik.

Pengujian unjuk kerja dilakukan di Laboratorium Teknologi Farmasi Sediaan Solida, Sekolah Farmasi ITB. Dalam pengujian tersebut, performa magnesium stearat berbasis kelapa sawit dibandingkan dengan produk komersial yang telah beredar.

Hasil uji laboratorium menunjukkan tablet obat yang dibuat menggunakan garam magnesium dari kelapa sawit memiliki kualitas sebanding dengan produk konvensional dan memenuhi standar European Pharmacopoeia (2014). Temuan lain yang dicatat adalah waktu hancur tablet dengan turunan sawit tersebut lebih cepat dibandingkan tablet yang menggunakan magnesium stearat komersial.

Di sektor kosmetik, magnesium stearat digunakan pada produk seperti krim dan losion untuk meningkatkan daya sebar, memberi rasa nyaman saat disentuh, serta membantu memperpanjang umur simpan produk. Implementasi teknologi ini juga diuji pada pembuatan Niacinamide Day Cream dengan kapasitas delapan kilogram di PT Permata Senytt Cosmetindo guna memverifikasi kualitas sediaan pada skala industri.

Parameter pengujian krim siang itu meliputi bentuk sediaan, konsistensi warna dan aroma, tingkat homogenitas serta derajat keasaman (pH), viskositas dan berat jenis, serta uji stabilitas selama tiga bulan pada kondisi suhu ekstrem. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan magnesium stearat hasil riset ITB memenuhi persyaratan standar produk krim siang tanpa mengubah konsentrasi penggunaan yang umumnya sebesar dua persen.

Langkah berikutnya, tim peneliti merencanakan kerja sama dengan PT Zeus Kimiatama Indonesia untuk melakukan riset pasar melalui pengiriman sampel kepada sejumlah perusahaan farmasi dan kosmetik sebagai calon pengguna.