Tim peneliti Indonesia mengembangkan teknologi bio-coke berbahan baku limbah tandan kosong kelapa sawit. Inovasi ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Bio-coke yang dihasilkan diklaim memiliki nilai kalori tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Dengan karakter tersebut, bio-coke diposisikan sebagai opsi pengganti bahan bakar fosil.
Pengembangan teknologi ini memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit, yang selama ini menjadi residu dari aktivitas perkebunan dan pengolahan. Melalui inovasi tersebut, limbah diolah menjadi produk energi yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut.