BERITA TERKINI
Program Indofood Riset Nugraha Genap 20 Tahun, Telah Danai Lebih dari 1.100 Riset Mahasiswa

Program Indofood Riset Nugraha Genap 20 Tahun, Telah Danai Lebih dari 1.100 Riset Mahasiswa

JAKARTA — Program Indofood Riset Nugraha (IRN) memasuki usia 20 tahun pada 2026. Program yang dijalankan PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini berfokus mendukung riset mahasiswa di bidang pangan, sekaligus mendorong lahirnya peneliti muda yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.

Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana, mengatakan peringatan dua dekade IRN menjadi penanda konsistensi perusahaan dalam mendukung semangat generasi peneliti muda Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam acara di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026).

IRN diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah dimulai sejak 1998 oleh Bogasari Flour Mills. Selama dua dekade, IRN telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih 200 universitas di berbagai daerah, dari Aceh hingga Papua.

Ketua Tim Pakar IRN sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Purwiyatno Hariyadi, menilai riset pangan merupakan bidang penting yang perlu terus dikembangkan. Ia menyebut tren global saat ini mengarah pada eksplorasi sumber pangan baru, termasuk pangan alternatif seperti serangga, serta pemanfaatan teknologi baru dalam produksi makanan.

Purwiyatno juga menekankan pentingnya pengembangan pangan lokal, termasuk umbi-umbian, agar Indonesia tidak bergantung pada komoditas tertentu seperti beras, jagung, dan gandum.

Sejumlah alumni IRN disebut telah berkiprah di dunia akademik dan industri. Fenny Martha Dwivany, alumni IRN 2004, kini menjadi guru besar di Institut Teknologi Bandung. Ia menyatakan pengalaman mengikuti IRN membekalinya untuk berkembang sebagai peneliti yang kritis, sistematis, dan kolaboratif.

Alumni lain, Mariska Priscilla (IRN 2017), kini bergabung dalam tim riset dan pengembangan (R&D) Indofood. Sementara Ratu Salsabila Astrakusuma (IRN 2023) melanjutkan kiprahnya sebagai peneliti muda di Lille. Ratu menyebut IRN memberinya fondasi keberanian untuk mengembangkan potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing.

Melalui program tersebut, IRN diarahkan untuk mendorong inovasi pangan lokal sekaligus memperkuat kapasitas peneliti muda Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.