PT Indofood Sukses Makmur Tbk menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) yang tahun ini memasuki usia dua dekade. Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan perusahaan untuk menyoroti peran program tersebut dalam mendorong lahirnya peneliti muda di sektor pangan, khususnya yang berangkat dari potensi dan kearifan lokal.
Program bantuan riset bagi mahasiswa strata satu ini pertama kali diluncurkan pada 2006 sebagai kelanjutan dari Program Bogasari Nugraha yang telah dimulai sejak 1998 oleh Bogasari Flour Mills. Sejak awal, IRN berfokus mendukung penelitian mahasiswa terkait pengembangan pangan fungsional berbasis potensi lokal Indonesia.
Head of Corporate Communications PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Stefanus Indrayana, menyatakan IRN merupakan bentuk konsistensi perusahaan dalam mendukung pengembangan generasi peneliti muda. Ia berharap program ini dapat membangkitkan semangat mahasiswa untuk menjadi peneliti sekaligus pelaku inovasi yang siap berkontribusi bagi masyarakat, terutama dalam mengembangkan potensi pangan lokal menjadi solusi dan peluang usaha berdampak.
Selama dua dekade pelaksanaan, IRN tercatat telah menerima lebih dari 8.300 proposal penelitian dan mendanai lebih dari 1.100 riset mahasiswa dari lebih dari 200 universitas di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
Guru Besar IPB sekaligus Ketua Tim Pakar IRN, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, menilai generasi muda—termasuk peneliti muda—memiliki peran penting untuk menjawab kompleksitas tantangan masa depan Indonesia, termasuk dalam mewujudkan visi Indonesia Emas. Menurutnya, dibutuhkan generasi peneliti yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga berani bereksplorasi dan berinovasi dengan mengoptimalkan potensi serta kearifan lokal.
Purwiyatno menambahkan, IRN tidak hanya mendukung penelitian akademik, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, kreatif, dan inovatif agar mahasiswa mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Selain pendanaan, program ini melibatkan tim pakar lintas disiplin dari berbagai perguruan tinggi serta praktisi industri. Pendampingan dilakukan sejak seleksi proposal, pembimbingan, hingga penilaian hasil riset. Peserta juga mendapatkan pelatihan soft skill untuk membangun karakter peneliti muda yang tangguh.
Dedikasi IRN di bidang pendidikan dan riset disebut telah memperoleh pengakuan nasional maupun internasional. Sejumlah penghargaan yang pernah diraih antara lain Asia Responsible Entrepreneurship Awards 2010 dari Enterprise Asia, Penghargaan Peduli Pendidikan Kemendikbud RI 2011, serta penghargaan Tempo untuk kategori The Best CEO Outstanding Support for Student Academic Research pada 2024.
Stefanus menekankan pentingnya kolaborasi antara industri dan dunia akademik dalam membangun ekosistem riset yang kredibel dan berkelanjutan di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, IRN konsisten mengangkat tema riset yang dinilai relevan dengan masa depan pangan nasional, termasuk riset pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal.
Menurut Purwiyatno, kekayaan pangan lokal Indonesia masih terbuka luas untuk dikembangkan melalui inovasi berbasis riset. Ia menilai tantangan berikutnya adalah memastikan riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan mampu mentransformasi potensi tersebut menjadi solusi pangan masa depan yang berdampak pada kesehatan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi.
Jejaring alumni IRN kini tersebar di berbagai sektor, mulai dari peneliti, akademisi, profesional, entrepreneur, hingga penggerak inovasi pangan. Salah satu alumni, Prof. Dr. Fenny Martha Dwivany yang kini menjadi Guru Besar ITB, menyebut pengalaman mengikuti IRN membentuk pola pikir kritis dan kolaboratif. Alumni angkatan 2017, Mariska Priscilla, yang kini bergabung dalam tim R&D Indofood, menilai pendampingan tim pakar membuat riset lebih relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
IRN juga melahirkan alumni yang berkiprah di level internasional. Ratu Salsabila Astrakusuma, alumni angkatan 2023 yang kini melanjutkan kiprahnya sebagai scientific research enthusiast di Lille, Prancis, menyatakan program tersebut memberinya fondasi keberanian untuk mengembangkan potensi pangan menjadi peluang inovasi yang berdaya saing.
Tahun ini, Program Indofood Riset Nugraha 2026–2027 akan kembali dibuka bagi mahasiswa S1 di seluruh Indonesia. Sosialisasi dijadwalkan mulai Juni 2026, dilanjutkan pendaftaran hingga akhir Agustus 2026 dan proses seleksi oleh tim pakar IRN. Pengumuman penerima dana riset direncanakan pada pertengahan September 2026, sementara rangkaian program akan ditutup melalui signing ceremony IRN 2026–2027 serta Simposium Pangan Nasional IRN pada Oktober 2026 sebagai ruang apresiasi dan forum diskusi inovasi pangan masa depan Indonesia.