BERITA TERKINI
Program “MegaLive for Youth” Dorong Kewirausahaan Digital Anak Muda Vietnam Lewat Live Commerce

Program “MegaLive for Youth” Dorong Kewirausahaan Digital Anak Muda Vietnam Lewat Live Commerce

Pusat Pengembangan E-commerce dan Teknologi Digital (eComDX) di bawah Departemen E-commerce dan Ekonomi Digital, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, bersama Pusat Dukungan Startup Pemuda Vietnam (SYS Vietnam) dan TikTok Shop, menggelar rangkaian kegiatan “MegaLive Youth” pada 20–22 Mei. Program ini dikemas sebagai festival belanja produk ibu dan bayi, sekaligus ruang praktik kewirausahaan digital bagi generasi muda.

Penyelenggara menyebut kegiatan ini dirancang untuk menerapkan model kolaborasi yang menghubungkan instansi pemerintah, platform teknologi, pelaku usaha, serta organisasi pendukung pemuda. Tujuannya adalah mendorong pengembangan ekonomi digital yang melibatkan kaum muda, seiring pertumbuhan pesat e-commerce di Vietnam.

Wakil Direktur eComDX, Bui Huy Hoang, menilai fokus e-commerce Vietnam kini bergeser. Menurutnya, sektor ini tidak lagi semata mengejar perluasan skala pasar, tetapi bergerak kuat ke arah pengembangan yang lebih mendalam. Dalam konteks tersebut, kualitas ekosistem, pengalaman konsumen, serta efektivitas hubungan antara bisnis dan pelanggan menjadi faktor kunci.

Hoang menjelaskan perubahan itu juga terlihat pada model penjualan. Jika sebelumnya e-commerce kerap dipahami sebagai menempatkan barang di platform online, kini pengalaman konsumen secara real-time dinilai menciptakan koneksi langsung antara merek, kreator konten, dan konsumen di platform digital. Model yang menggabungkan siaran langsung, pembuatan konten, dan interaksi langsung dengan pelanggan pun dipandang membuka jalur baru bagi pengembangan pasar.

Departemen E-commerce dan Ekonomi Digital merupakan lembaga yang bertugas mengelola sekaligus mengembangkan pasar e-commerce di Vietnam. Dalam beberapa waktu terakhir, eComDX—yang berada di bawah departemen tersebut—berkolaborasi dengan SYS untuk menyelenggarakan pelatihan dan sesi siaran langsung di TikTok Shop sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan pasar.

Hoang menyebut model ini memberi peluang bagi berbagai pihak: bisnis dapat menjangkau pelanggan dengan cara baru, kreator konten mendapat ruang mengembangkan karier, dan kaum muda memiliki kesempatan lebih besar berpartisipasi dalam ekonomi digital melalui kemampuan kreatif mereka.

Dalam rangkaian program, sesi penjualan dilakukan melalui siaran langsung di TikTok. Kegiatan itu juga didorong melalui roadshow jalanan untuk memperluas jangkauan dan membangun koneksi dengan konsumen di berbagai platform.

“Kami berharap program ini tidak hanya membawa manfaat komersial tetapi juga menyebarkan semangat inovasi, kemauan untuk mengambil risiko, dan semangat kepeloporan generasi muda Vietnam di era digital,” kata Hoang.

Penyelenggara menilai salah satu ciri penting e-commerce saat ini adalah turunnya hambatan masuk pasar. Jika sebelumnya bisnis membutuhkan modal besar dan sistem distribusi tradisional, kini banyak anak muda dapat memulai usaha dengan perangkat sederhana seperti smartphone, akun media sosial, serta ide konten yang relevan.

Karena itu, program seperti “MegaLive for Youth” diharapkan tidak hanya menghasilkan pendapatan jangka pendek, tetapi juga menjadi model pelatihan praktis bagi anak muda dalam bisnis digital. Melalui keterlibatan langsung dalam siaran langsung, pembuatan konten, interaksi pelanggan, dan pengelolaan penjualan online, peserta dinilai dapat mempelajari keterampilan bisnis digital secara lebih aplikatif.

Hoang menambahkan, pengembangan sumber daya manusia digital menjadi salah satu tugas penting dalam strategi pengembangan e-commerce nasional Vietnam. Targetnya bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru, model karier baru, serta pendorong pertumbuhan baru bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital.

Direktur Pusat Dukungan Kewirausahaan Pemuda Vietnam, Nguyen Phan Huy Khoi, menyampaikan pandangan senada. Ia menilai e-commerce menjadi lingkungan penting untuk membentuk tenaga kerja digital baru. Menurutnya, kombinasi pelatihan keterampilan, praktik siaran langsung, dan dukungan koneksi pasar dapat membantu anak muda lebih cepat beradaptasi dengan tren bisnis modern.

Khoi juga berharap sesi siaran langsung berskala besar dapat digelar rutin setiap bulan. Ia menilai inisiatif semacam itu dapat menjadi platform bagi bisnis, terutama merek-merek Vietnam, untuk menjangkau konsumen lebih efektif melalui e-commerce, sekaligus mendorong konsumsi digital dan meningkatkan daya saing pelaku usaha domestik.

Ke depan, eComDX menyatakan akan melanjutkan kolaborasi dengan platform teknologi, dunia usaha, dan organisasi sosial untuk mengembangkan program e-commerce yang disesuaikan dengan industri, lokasi, serta kelompok sasaran tertentu. Melalui langkah tersebut, eComDX berharap dapat membangun ekosistem yang mendukung kreator konten perdagangan digital, mendorong pengembangan e-commerce yang berkelanjutan dan berorientasi pada manusia, serta menghadirkan nilai nyata bagi masyarakat.