Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi sorotan dalam rangkaian kabar yang beredar hari ini. Sejumlah laporan menyoroti kesiapsiagaan kedua pihak, termasuk narasi mengenai potensi “fase kedua” konflik serta berbagai opsi yang disebut disiapkan Teheran.
Salah satu isu yang mengemuka adalah klaim bahwa Iran menyimpan “senjata pamungkas” untuk menghadapi AS, dengan menyebut kabel bawah laut di kawasan Selat Hormuz sebagai titik strategis yang, jika terganggu, dapat berdampak luas hingga disebut mampu melumpuhkan internet global.
Laporan lain menyoroti taktik Iran dalam menghadapi kemungkinan eskalasi yang digambarkan sebagai perang fase kedua. Dalam narasi tersebut, disebutkan ratusan rudal berada dalam kondisi siaga, serta adanya “kartu baru” yang diklaim dapat mengguncang AS.
Selain itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga dikabarkan menyiapkan “kejutan” apabila serangan AS berlanjut. Dalam pernyataan yang dikutip, IRGC menyatakan akan memberikan “pukulan dahsyat” kepada AS jika eskalasi terus terjadi.
Rangkaian kabar ini menggambarkan meningkatnya tensi dan perang pernyataan yang mengiringi hubungan AS-Iran. Namun, informasi yang beredar masih berkisar pada klaim dan narasi kesiapsiagaan, tanpa rincian tambahan yang dapat diverifikasi dari data yang tersedia.