Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-27 di Surabaya. Agenda ini disebut sebagai upaya mendekatkan diri kepada anggota sekaligus memperkuat transformasi digital koperasi di Indonesia.
Ketua Umum KSP Nasari Frans Meroga Panggabean menjelaskan Surabaya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan RAT karena Jawa Timur merupakan salah satu basis anggota terbesar KSP Nasari. Ia menyebut KSP Nasari merupakan koperasi primer nasional yang telah berdiri selama 28 tahun, berkantor pusat di Semarang, dan beroperasi di 28 provinsi.
Di Jawa Timur, KSP Nasari memiliki tujuh kantor cabang yang tersebar di Surabaya, Jember, Kediri, Malang, Madiun, Bojonegoro, dan Pamekasan. Jumlah anggota di provinsi ini mencapai hampir 6.000 orang dari total sekitar 65.000 anggota secara nasional.
Dalam RAT tersebut, KSP Nasari meluncurkan dua inovasi. Salah satunya adalah aplikasi mobile berbasis white label yang ditujukan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Frans mengatakan, aplikasi tersebut memungkinkan setiap koperasi desa maupun kelurahan memiliki platform digital dengan identitas masing-masing. Dengan skema itu, aplikasi dapat menggunakan nama koperasi terkait, menyesuaikan kebutuhan dan identitas lokal.
Frans juga menyampaikan KSP Nasari resmi ditunjuk Kementerian Koperasi sebagai kakak asuh KDKMP sejak 21 November 2025. Nasari menjadi salah satu dari 12 koperasi yang dipilih karena dinilai memenuhi kriteria sebagai role model koperasi nasional.