Riasan bertema “putri duyung” yang dikenakan Jennie di Met Gala 2026 ramai diperbincangkan di media sosial dan dengan cepat ditiru para kreator kecantikan. Dalam beberapa hari setelah acara, berbagai unggahan menampilkan interpretasi serupa: kilau berlapis yang memantulkan cahaya seperti sisik ikan, sapuan warna ungu lilac yang jernih di area mata, serta kulit bercahaya yang menjadi ciri tampilan tersebut.
Di Met Gala 2026, Jennie tampil dengan riasan bernuansa fairycore futuristik yang dipadukan sentuhan Y2K. Basis riasannya dibuat tipis dengan hasil akhir satin, disertai alis yang tampak sedikit diputihkan dan bibir nude merah muda dengan kilau alami. Namun, pusat perhatian ada pada area mata dan pipi yang diberi efek shimmer multi-dimensi, menciptakan pantulan cahaya yang mengingatkan pada permukaan air.
Alih-alih menggunakan glitter tebal, penata rias Jennie memilih shimmer mutiara ultra-halus dalam nuansa biru keperakan dan ungu pastel. Di bawah sorotan lampu, kilau ini membangun ilusi kulit yang lembap dan berkilau, sebuah efek yang banyak dicari untuk tampilan musim panas. Detail bintik-bintik palsu juga dipertahankan untuk memberi karakter tanpa menghilangkan kesan alami, awet muda, dan sedikit ceria.
Tren ini dinilai mudah diadopsi dibandingkan riasan Met Gala yang kerap rumit. Karena aplikasinya relatif sederhana, gaya “putri duyung” cepat digunakan untuk beragam kebutuhan, mulai dari riasan konser, liburan ke pantai, hingga pesta malam di musim panas.
Respons positif terhadap tampilan ini juga dikaitkan dengan perubahan selera riasan. Setelah periode panjang dominasi gaya minimalis “clean girl”, musim panas 2026 disebut menandai kembalinya riasan yang lebih bercahaya, namun tetap mempertahankan kulit yang tampak segar dan berseri. Versi glitter “putri duyung” dianggap berada di tengah: cukup mencolok untuk tampil menonjol dalam foto di bawah sinar matahari, tetapi tidak terasa terlalu tebal atau berat saat cuaca panas.
Seiring viralnya tampilan Jennie, perhatian juga mengarah pada produk berkilau dengan efek seperti air, kilau krom, atau kesan “kulit kaca” saat terkena cahaya. Preferensi riasan pun bergeser dari kontur tegas ke hasil yang lebih lembut dan bercahaya, dengan tulang pipi tampak sehat serta pilihan warna eyeshadow ungu pastel, biru, atau perak—selaras dengan nuansa yang dibawa Jennie di Met Gala.
Faktor lain yang membuat tren ini cepat menyebar adalah kemudahannya untuk ditiru. Cukup mengandalkan eyeshadow berkilau, cushion foundation dengan hasil glowing, dan lip gloss tipis, tampilan serupa dapat dibangun tanpa teknik yang rumit. Di bawah sinar matahari musim panas, riasan ini semakin menonjolkan efek kulit yang terlihat sehat dan bercahaya.