BERITA TERKINI
RPTRA Carina Sayang Ajak Anak Belajar Hidroponik untuk Kurangi Penggunaan Gawai

RPTRA Carina Sayang Ajak Anak Belajar Hidroponik untuk Kurangi Penggunaan Gawai

Pengelola RPTRA Carina Sayang di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, rutin mengajak anak-anak di lingkungan sekitar belajar bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu cara untuk mengalihkan perhatian anak dari penggunaan gawai saat berada di ruang publik tersebut.

Salah satu pengelola RPTRA Carina Sayang, Eny Kusrini (48), mengatakan aktivitas menanam dipilih agar anak-anak memiliki kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, keterbatasan lahan di Jakarta membuat metode hidroponik dan penanaman di media sempit menjadi materi utama yang diajarkan.

“Kita alihkan untuk cara penanaman hidroponik supaya mereka tidak bermain gadget atau handphone. Kita ajarkan bagaimana cara menanam yang benar karena di Jakarta ini kan lahannya sempit,” ujar Eny.

Selain mengalihkan aktivitas, pengelola juga membatasi penggunaan gawai di area RPTRA. Eny menyebut pihaknya tetap mengawasi konten yang diakses anak-anak saat menggunakan ponsel.

“Iya, dibatasi. Walaupun mereka ada pegang handphone, kita juga harus selektif, koreksi dia. Kita harus tahu apa sih yang dilihat sampai seasik itu, ternyata dia hanya lihat TikTok atau apa begitu,” tegasnya.

Di samping hidroponik, anak-anak juga diajarkan teknik penyemaian sederhana menggunakan nampan dan tisu. Eny menilai antusiasme anak-anak cukup tinggi karena mereka bisa langsung mempraktikkan cara menanam dengan memanfaatkan barang bekas.

“Mereka sangat antusias. Jadi mereka tahu kalau botol bekas itu tidak usah dibuang, bisa buat menanam kangkung. Harapannya, meskipun mereka tinggal di kontrakan atau lahan sempit, mereka punya ilmu untuk menanam sayur sendiri,” katanya.

Namun, Eny mengakui masih ada sejumlah fasilitas di RPTRA Carina Sayang yang perlu diperbaiki. Ia menyoroti kondisi jogging track yang disebut mulai rusak setelah terdampak banjir, serta area bermain yang memerlukan perawatan.

“Area jogging track sekarang sudah ‘ngombak’, tidak rata lagi karena dua kali kena banjir. Kalau buat jalan suka ngejeglong. Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih untuk perawatan fasilitas ramah anak di sini,” tutupnya.