BERITA TERKINI
RUP 2026 BKKBN Jambi: Anggaran Rp 8,46 Miliar Didominasi Alat Kontrasepsi, Ada Pos Internet Rp 447 Juta dan Mini Bus Rp 323 Juta

RUP 2026 BKKBN Jambi: Anggaran Rp 8,46 Miliar Didominasi Alat Kontrasepsi, Ada Pos Internet Rp 447 Juta dan Mini Bus Rp 323 Juta

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi memperoleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 8.461.699.000. Anggaran tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2026 dan dibagi ke dalam 69 paket pengadaan barang dan jasa.

Berdasarkan RUP, porsi terbesar belanja BKKBN Jambi diarahkan untuk alat kontrasepsi dan kebutuhan medis. Total anggaran pada kategori ini mencapai Rp 4.828.012.000, atau lebih dari separuh dari keseluruhan pagu. Paket bernilai terbesar adalah pengadaan Implan 2 Batang dengan nilai Rp 4,14 miliar. Selain itu, terdapat pengadaan kebutuhan medis lain seperti suntik KB, obat anestesi, handscone, dan kassa steril. Seluruh pengadaan alat kesehatan tersebut direncanakan melalui E-Katalog.

Di luar belanja medis, anggaran juga dialokasikan untuk operasional serta pemeliharaan dan dukungan teknologi informasi perkantoran. Total kategori operasional, aset, dan IT perkantoran tercatat Rp 2.373.064.000. Dalam kelompok ini, dua pos terbesar adalah langganan jasa internet sebesar Rp 447.480.000 dan langganan daya dan jasa (listrik/air) sebesar Rp 421.800.000. Selain itu, terdapat pemeliharaan gedung, bangunan, dan halaman senilai Rp 374.735.000, serta rencana pengadaan 1 unit mini bus (penumpang di bawah 14 orang) sebesar Rp 323.081.000.

Masih dalam kategori operasional, RUP juga memuat pengadaan jasa tenaga outsourcing tahun 2026 sebesar Rp 222.720.000, pemeliharaan kendaraan Rp 200.328.000, kebutuhan dasar perkantoran Rp 117.630.000, serta sewa kendaraan operasional tahun 2026 Rp 111.600.000. Sejumlah belanja lain meliputi pengadaan laptop Rp 56.097.000, dukungan layanan kearsipan Rp 32.930.000, maintenance Rp 21.250.000, pengadaan LCD proyektor Rp 13.070.000, biaya langganan lisensi aplikasi virtual meeting storage Rp 12.000.000, pengadaan sarana dan prasarana TIK Rp 10.833.000, pengembangan infrastruktur sistem Rp 4.450.000, serta dukungan layanan persuratan dan paket kedinasan Rp 3.060.000.

Untuk dukungan manajemen, pelaporan, dan keamanan, total anggaran yang tercantum sebesar Rp 682.375.000. Pos terbesar pada kategori ini adalah dukungan layanan keprotokolan dan pendampingan pimpinan senilai Rp 399.300.000. Selanjutnya, terdapat layanan jamuan tamu dan mitra kerja Rp 111.000.000, honor pengelola anggaran satuan kerja Rp 88.260.000, dukungan layanan keamanan, peningkatan kinerja dan daya tahan tubuh Rp 42.845.000, serta pembayaran pajak dan pembuatan sertifikat Rp 26.300.000. RUP juga memuat honorarium pengelola sistem akuntansi dan pelaporan keuangan instansi (SAI) Rp 12.000.000, pembuatan laporan keuangan Rp 612.000, serta sejumlah paket penggandaan dan penjilidan dokumen dengan nilai ratusan ribu rupiah, hingga pos kredit anggaran Rp 1.000.

Sementara itu, kategori program Bangga Kencana, sosialisasi, dan edukasi tercatat sebesar Rp 388.614.000. Di dalamnya terdapat konsultasi dan koordinasi teknis dengan mitra kerja Rp 159.720.000, peningkatan kapasitas dan pengelolaan program Bangga Kencana Rp 79.200.000, serta fasilitasi kegiatan Hari Keluarga Nasional 2026 Rp 39.500.000. RUP juga mencantumkan sejumlah kegiatan pendukung lain, seperti belanja bahan penguatan dan sinergitas kemitraan program Tamasya Rp 27.112.000, kit peserta pendampingan peningkatan kualitas pengasuhan di Tamasya Rp 13.500.000, pelaksanaan evaluasi dan penerapan ZI WBK Rp 13.250.000, hingga pos publikasi dan produksi konten dengan nilai di bawah Rp 10 juta.

Adapun kategori kegiatan dan pemeliharaan lainnya berjumlah Rp 189.634.000, yang terdiri dari pemeliharaan peralatan dan mesin Rp 172.714.000 serta dukungan pengadaan provinsi tahun 2026 Rp 16.920.000.

Dengan rincian belanja yang tercantum dalam RUP tersebut, alokasi APBN 2026 untuk BKKBN Jambi tersebar pada kebutuhan medis, operasional perkantoran, dukungan manajemen, serta program sosialisasi dan edukasi yang berkaitan dengan Bangga Kencana dan pelayanan keluarga berencana.