JAKARTA — Nilai tukar rupiah melemah hingga sempat menyentuh kisaran Rp17.700–Rp17.695 per dolar AS pada Kamis, 21 Mei 2026. Level tersebut disebut sebagai posisi terlemah rupiah sepanjang sejarah Indonesia dan diperkirakan akan berdampak pada kenaikan harga iPhone serta berbagai perangkat elektronik impor di pasar domestik mulai awal Juni 2026.
Penyesuaian harga diproyeksikan dilakukan distributor untuk menutup kenaikan biaya impor dan biaya rantai pasok yang membengkak akibat depresiasi rupiah. Produk premium yang diimpor secara utuh (CBU) dan berbasis dolar AS dinilai menjadi kelompok pertama yang terdampak.
Dalam pola yang umum terjadi di industri ritel teknologi, distributor dan vendor biasanya masih memiliki ketahanan stok dengan harga lama selama sekitar 14 hingga 30 hari. Setelah periode itu, kenaikan kurs berpotensi mulai diteruskan ke harga jual ritel.
Pelemahan rupiah juga dinilai akan cepat terasa di kalangan konsumen, khususnya kelompok usia 18–35 tahun yang banyak bergantung pada ekosistem teknologi untuk kebutuhan produktivitas dan gaya hidup. Pada saat yang sama, Indonesia masih menjadi pasar net-importir untuk komponen semikonduktor, laptop, dan ponsel pintar premium. Ketika dolar AS menguat, kebutuhan modal kerja importir meningkat dan beban biaya tersebut berpeluang dialihkan ke konsumen akhir.
Situasi ini diperkirakan dapat mengubah peta belanja teknologi pada sisa kuartal II-2026. Di tengah tekanan daya beli kelas menengah, kenaikan harga yang terlalu cepat berisiko menekan volume penjualan distributor perangkat telekomunikasi. Sementara itu, vendor besar disebut cenderung menahan harga pada pekan pertama gejolak kurs untuk melihat stabilitas pasar. Namun, apabila rupiah tidak menguat hingga akhir Mei, penyesuaian label harga di toko-toko gadget resmi diperkirakan dapat terjadi mulai 1 Juni 2026 guna menjaga margin perusahaan.
Selain perangkat fisik, pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi pengeluaran berbasis dolar AS lainnya, seperti layanan penyimpanan cloud premium atau lisensi perangkat lunak yang ditagihkan melalui kartu kredit.
Dengan demikian, pelemahan rupiah mendekati Rp17.700 per dolar AS membuka peluang kenaikan harga gadget dan elektronik impor di tingkat ritel domestik mulai awal Juni 2026, seiring penyesuaian biaya oleh vendor dan distributor.