BERITA TERKINI
Sam Altman Bantah ChatGPT Dirancang Gantikan Manusia di Tengah Gelombang PHK Teknologi

Sam Altman Bantah ChatGPT Dirancang Gantikan Manusia di Tengah Gelombang PHK Teknologi

Sam Altman, CEO OpenAI, angkat bicara di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI)—termasuk ChatGPT—menjadi pemicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri teknologi. Seiring adopsi AI yang kian meluas sejak kemunculan ChatGPT pada akhir 2022, perdebatan mengenai dampaknya terhadap pekerjaan manusia ikut menguat.

Dalam setahun terakhir, Amerika Serikat mengalami gelombang PHK yang besar. Di tengah situasi tersebut, sejumlah petinggi perusahaan secara terbuka menyebut AI sebagai salah satu alasan pemangkasan karyawan, sehingga memunculkan anggapan bahwa otomatisasi mulai menggantikan peran manusia dalam berbagai fungsi kerja.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan terjadi di King, studio pengembang gim mobile Candy Crush. Sejumlah engineer di perusahaan itu disebut ditugaskan merancang alat berbasis AI untuk menghasilkan level permainan. Setelah proyek tersebut rampung, para teknisi itu dilaporkan diberhentikan dan pekerjaan mereka digantikan oleh sistem AI yang mereka kembangkan.

Menanggapi isu bahwa produk OpenAI mendorong penggantian tenaga kerja, Altman menyatakan bahwa ChatGPT dan program AI lain tidak dirancang untuk menggantikan manusia. Melalui unggahan di akun X miliknya pada awal Mei, ia menulis, “Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia.”

Di sisi lain, kecemasan publik juga dipengaruhi oleh pernyataan sejumlah tokoh industri AI. Salah satunya Dario Amodei, CEO Anthropic, yang beberapa kali menyampaikan prediksi bahwa manusia hanya berjarak sekitar enam bulan hingga satu tahun dari era ketika “semua kode komputer ditulis sepenuhnya oleh AI.”

Merespons gelombang pesimisme terkait hilangnya lapangan pekerjaan akibat AI, Altman kembali menegaskan pandangannya lewat unggahan lanjutan. Ia menilai pesimisme massal mengenai hilangnya mata pencaharian merupakan pandangan yang keliru jika dilihat dalam jangka panjang, dan tetap optimistis AI akan membawa manfaat bagi manusia.

Altman menyampaikan keyakinan bahwa AI dapat membuat banyak orang menjadi lebih sibuk, namun sekaligus merasa lebih puas dan mendapatkan makna dari pekerjaan mereka. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa teknologi ini akan memicu disrupsi besar, termasuk masa transisi yang signifikan ketika masyarakat bergeser menuju jenis pekerjaan baru yang bentuknya bisa sangat berbeda dari yang dikenal saat ini.