Satelit Nusantara V resmi dioperasikan atau berstatus Ready for Service dalam acara di Jakarta pada Senin (11/5). Pengoperasian satelit ini disebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat konektivitas digital nasional sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan, riset, dan transformasi teknologi, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).
Satelit karya anak bangsa ini memiliki kapasitas hingga 160 Gbps dan disebut sebagai yang terbesar di Asia. Pemerintah berharap kehadirannya dapat menjadi pengubah permainan bagi konektivitas digital Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan bahwa pembangunan konektivitas digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga ruang digital nasional tetap aman dan produktif. “Di masa pemerintahan Presiden Prabowo, pembangunan tidak hanya mencakup terhubung, tapi juga tumbuh dan utamanya terjaga. Artinya tidak ada pembangunan konektivitas yang perlu dilakukan kalau dia tidak berujung kepada pertumbuhan,” ujar Meutya, mengutip keterangan tertulis pada Rabu (13/05/2026).
Satelit Nusantara V diluncurkan pada September 2025 dan cakupannya meliputi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Dari total kapasitasnya, 140 Gbps dialokasikan untuk kebutuhan domestik Indonesia guna mendukung pemerataan akses internet dan penguatan ekosistem digital nasional.
Satelit ini dioperasikan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Satelit Nusantara Lima. Teknologi yang digunakan adalah Very High Throughput Satellite (VHTS) berbasis Boeing 702MP dengan 101 spot beam Ka-band yang dirancang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Dengan perluasan jangkauan konektivitas, pemerintah berharap satelit ini dapat mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, memperkuat riset, serta inovasi berbasis teknologi. Pengoperasiannya juga diharapkan mempercepat kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.
Selain memperluas akses, pengoperasian Satelit Nusantara V disebut menjadi simbol penguatan kemandirian konektivitas nasional dan peningkatan kapasitas Indonesia dalam menghadirkan layanan digital di kawasan ASEAN. Untuk mendukung operasionalnya, PSN menyiapkan tujuh stasiun bumi yang tersebar di Aceh, Bengkulu, Gresik, Kupang, Tarakan, Banjar Baru, serta Cikarang.
Kehadiran Satelit Nusantara V diharapkan menjadi fondasi agar kemajuan teknologi dan layanan digital dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Indonesia.