BERITA TERKINI
Singapura Umumkan Kemitraan Global untuk Percepat Penerapan AI dan Perkuat Tata Kelola

Singapura Umumkan Kemitraan Global untuk Percepat Penerapan AI dan Perkuat Tata Kelola

Pemerintah Singapura mengumumkan serangkaian kemitraan dan inisiatif global baru untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) serta mempercepat penerapannya di dunia nyata. Pengumuman itu disampaikan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo dalam ATxSummit 2026 yang diselenggarakan Infocomm Media Development Authority (IMDA) Singapura.

Langkah tersebut menandai pergeseran fokus Singapura dari tahap eksplorasi teknologi menuju pengembangan, penerapan, dan tata kelola sistem AI yang ditujukan memberi dampak nyata. Sejalan dengan rekomendasi Economic Strategic Review Committee, Singapura menargetkan diri sebagai sentra pengembangan, pengujian, dan penerapan solusi AI untuk menyelesaikan persoalan dalam skala besar.

Salah satu agenda utama adalah kolaborasi IMDA, JTC, dan Singapore Institute of Technology (SIT) dengan delapan perusahaan global untuk mengembangkan AI berwujud fisik (physical AI) di Punggol Digital District (PDD). Fasilitas uji coba yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026 itu disebut sebagai ruang publik multifungsi pertama di Singapura yang dirancang untuk penerapan AI berwujud fisik dalam berbagai skenario dan operator.

Perusahaan seperti Certis, DHL, Grab, dan QuikBot menjadi pihak pertama yang akan mengembangkan, menguji, dan memvalidasi layanan robotika komersial. Uji coba mencakup penggunaan robot untuk pengantaran makanan dan paket, layanan kebersihan, serta patroli keamanan yang ditujukan untuk membantu tenaga manusia. Program ini dijalankan bersama Land Transport Authority (LTA) melalui skema pengecualian kawasan berdasarkan Active Mobility Act.

Untuk memperkuat kapabilitas embodied AI (EAI), IMDA dan National Robotics Programme (NRP) juga bekerja sama dengan FieldAI, Thoughtworks, Slamtec, Unitree, dan QuikBot melalui Centre for Intelligent Robotics milik SIT di PDD.

Di bidang riset, NVIDIA akan membuka laboratorium riset AI di Singapura, yang disebut sebagai fasilitas riset kedua NVIDIA di kawasan Asia Pasifik. Laboratorium ini akan berfokus pada EAI dan AI yang efisien dengan melibatkan peneliti universitas, mitra industri, serta pemerintah.

Riset akan menitikberatkan pada dua area utama. Pertama, EAI untuk mendukung sistem cerdas memahami dan berinteraksi dengan dunia fisik. Kedua, komputasi AI yang efisien untuk meningkatkan efisiensi model dan infrastruktur AI, menekan biaya komputasi, serta mendukung penerapan AI berskala besar yang lebih hemat energi.

Pemerintah Singapura juga mengumumkan model kemitraan baru untuk pemanfaatan AI bagi kepentingan publik. Kementerian Pembangunan Digital dan Informasi Singapura (MDDI) bersama Google mengumumkan kemitraan AI tingkat nasional guna memperluas kolaborasi dengan pemerintah Singapura. Kerja sama ini bertujuan memanfaatkan AI generasi terbaru untuk menjawab tantangan sosial, membangun tenaga kerja yang siap menyambut AI, serta menciptakan ekosistem digital yang aman dan tepercaya.

Selain itu, MDDI dan OpenAI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam inisiatif “OpenAI for Singapore”. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan inovasi AI, penguatan talenta AI, serta perluasan akses AI bagi masyarakat, sektor usaha, dan pemerintah. OpenAI juga menyatakan komitmen investasi lebih dari SGD 300 juta untuk mendukung ekosistem AI Singapura.

Untuk memperkuat fondasi AI yang aman dan dapat diskalakan, Singapura memperluas inisiatif yang mendukung adopsi AI di sektor-sektor yang menuntut tingkat kepercayaan tinggi, termasuk industri keuangan dan layanan publik. Temus, perusahaan transformasi digital dan AI yang didirikan Temasek, akan meluncurkan AI Foundry untuk membantu perusahaan memperluas penerapan AI sekaligus membangun talenta digital. Dengan dukungan Digital Industry Singapore (DISG), AI Foundry akan merekrut 50 tenaga profesional untuk terlibat dalam proyek di sektor jasa keuangan dan kesehatan presisi.

Di sisi lain, ASTAR Institute for Infocomm Research (ASTAR I2R) memperbarui model AI MERaLiON (Multimodal Empathetic Reasoning and Learning in One Network) untuk memperluas penerapan AI di dunia nyata. Versi terbaru, MERaLiON AudioLLM v3, diklaim memiliki kemampuan memahami unsur paralinguistik dalam berbagai bahasa Asia Tenggara. Teknologi ini direncanakan tersedia melalui cloud hosting, API, edge computing, hingga perangkat Apple silicon seperti Mac dan iPad.

Dalam aspek tata kelola, Singapura menyatakan terus menerapkan pendekatan praktis berbasis risiko. Dua inisiatif terbaru yang diperkenalkan adalah pembaruan Model Tata Kelola AI untuk agen AI—yang pertama kali diperkenalkan pada World Economic Forum Januari 2026—kini dilengkapi studi kasus nyata dan praktik terbaik dari lebih dari 50 organisasi. Selain itu, Google bekerja sama dengan CSA, GovTech Singapore, dan IMDA menyusun makalah tentang agen AI yang membahas penggunaan agen AI secara aman dan efektif di dunia nyata, termasuk panduan bagi pemerintah untuk pemanfaatan agen AI demi kepentingan publik.

Masih dalam rangkaian ATxSummit 2026, Josephine Teo menghadiri ASEAN-US AI Ministerial Roundtable yang mempertemukan para Menteri Digital ASEAN, Sekretariat ASEAN, pemerintah Amerika Serikat, serta pemimpin industri dari Amazon dan Google. Forum tersebut menandai peluncuran “The Road to 50 Years of ASEAN-US Relations” dalam kerangka ASEAN-US Comprehensive Strategic Partnership, dengan fokus pembahasan adopsi AI yang inklusif di kawasan.

Melalui rangkaian kemitraan, riset, penguatan fondasi, dan pembaruan tata kelola tersebut, Singapura menegaskan upayanya agar inovasi AI dapat diterapkan secara nyata sekaligus memperkuat posisinya sebagai pusat AI global yang tepercaya bagi pemerintah, pelaku industri, dan peneliti.