Malang menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak hanya lahir dari kota-kota besar. Sejumlah startup lokal di kota ini mengembangkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyasar kebutuhan praktis, mulai dari sektor peternakan, pemasaran digital untuk UMKM, hingga penguatan literasi AI melalui program komunitas.
Salah satu contoh datang dari Chickin Indonesia, startup asal Malang yang menggabungkan Internet of Things (IoT) dan AI untuk menghadirkan kandang ayam broiler pintar. Melalui aplikasi ponsel, peternak dapat memantau kondisi kandang seperti suhu, kelembaban, dan konsumsi pakan secara real-time. Chickin juga memiliki fitur CI-Touch! untuk pengaturan suhu otomatis, serta Chickin App yang mendukung pencatatan harian dan konsultasi dengan pakar peternakan.
Teknologi ini disebut dapat membantu penghematan biaya operasional hingga Rp3.000 per ekor ayam. Chickin juga dilaporkan telah menjangkau lebih dari 9.000 peternak dan mengelola sekitar 31 juta ekor ayam di berbagai wilayah Indonesia.
Di sektor pemasaran digital, cmlabs mengembangkan layanan Search Engine Optimization (SEO) yang memanfaatkan AI untuk membantu UMKM dan brand lokal bersaing di ranah digital. Layanannya mencakup audit teknis, riset kata kunci otomatis, hingga optimasi on-page dan off-page berbasis data. Sejak membuka kantor cabang di Malang pada 2019, cmlabs juga aktif menjaring talenta muda dan terlibat dalam kegiatan pelatihan, termasuk workshop SEO serta kolaborasi dengan komunitas digital setempat.
Sementara itu, Nortis AI membawa fokus pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui program AI Opportunity Learning. Kegiatan bulanan ini dirancang sebagai ruang belajar terbuka yang membahas konsep dasar AI, tren teknologi, serta penerapan AI untuk UMKM, pendidikan, dan isu sosial. Nortis juga menggandeng UMKM lokal dan mahasiswa untuk berkolaborasi mengembangkan solusi berbasis AI, serta merencanakan perluasan program ke berbagai kota di Indonesia.
Perkembangan sejumlah startup tersebut turut ditopang ekosistem lokal. Malang Creative Center (MCC), yang diresmikan pada 22 September 2023, dirancang sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku industri kreatif dan digital, sekaligus menjadi pusat aktivitas komunitas dan pengembangan startup. Di sisi lain, komunitas STASION (Startup Singo Edan) yang telah hadir sejak 2011 berperan menjembatani kampus, industri, dan pemerintah melalui kegiatan mentoring, berbagi pengetahuan, serta penguatan ekosistem digital. STASION juga dilaporkan telah bekerja sama dengan Kemenkominfo dan sedikitnya 12 perguruan tinggi.
Aktivitas ekosistem ini juga beririsan dengan agenda berskala internasional. Malang disebut dipercaya menjadi tuan rumah Startup World Cup Regional 2025. Ajang ini menawarkan total hadiah investasi sebesar USD 1 juta dan kesempatan tampil di Grand Final di Silicon Valley. Rangkaian kegiatan mencakup bootcamp, mentoring, pitching competition, dan startup expo. Kick-off direncanakan pada 20 Juni 2025, dengan pitching finale pada 18 Juli 2025 di Malang Creative Center.
Berbagai inisiatif tersebut memperlihatkan pemanfaatan AI yang melampaui penggunaan populer seperti chatbot. Dari kandang ayam pintar, dukungan pemasaran digital bagi UMKM, hingga ruang belajar AI yang terbuka, inovasi yang tumbuh di Malang menegaskan potensi teknologi lokal untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.