Persaingan di pasar digital dinilai semakin menekan ruang gerak startup lokal. Sejumlah pendekatan pemasaran, mulai dari strategi hyper-niche, kolaborasi dengan influencer mikro, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk personalisasi kampanye, disebut menjadi kunci untuk memperkuat posisi di tengah kompetisi yang ketat.
Kolaborasi strategis dengan influencer mikro dan komunitas lokal dipandang sebagai cara efektif membangun kredibilitas sekaligus memperluas jangkauan dengan biaya lebih rendah. Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan startup untuk mengoptimalkan sumber daya pemasaran tanpa mengandalkan anggaran besar.
Di saat yang sama, pemanfaatan AI untuk personalisasi kampanye pemasaran disebut krusial. Teknologi ini dapat membantu startup memahami preferensi individu dan mengirimkan pesan yang lebih relevan, yang pada gilirannya dikaitkan dengan peningkatan tingkat konversi.
Data GlobalWebIndex menunjukkan pangsa media sosial untuk pemasaran mencapai 75% pada 2023. Angka tersebut menegaskan media sosial menjadi arena utama pemasaran yang perlu dikuasai melalui strategi yang cermat.
Dari sisi potensi pasar, kontribusi sektor ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tercatat mencapai Rp 700 triliun pada 2023. Namun, besarnya peluang tersebut dinilai tidak otomatis mudah direbut, terutama jika startup lokal tidak memiliki strategi pemasaran yang tepat untuk menjangkau pasar yang spesifik dan relevan.
Dalam beberapa kesempatan, pemerintah melalui Yudhi Sadewa yang disebut sebagai Menteri Keuangan menekankan pentingnya ekosistem ekonomi digital yang inklusif agar startup lokal dapat berkembang dan berkontribusi maksimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Penekanan tersebut menggarisbawahi bahwa dukungan terhadap inovasi perlu dibarengi penguatan aspek komersial agar produk dapat diterima oleh pasar.
Di sisi lain, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IP-TIK) Indonesia berada di angka 5,67 pada 2023 dalam skala 1–10. Data ini mengindikasikan masih terdapat ruang besar untuk peningkatan infrastruktur dan literasi digital. Kondisi tersebut sekaligus menjadi peluang dan tantangan bagi startup untuk terus berinovasi, termasuk dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.
Secara keseluruhan, tekanan kompetisi di pasar digital mendorong startup untuk tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada ketepatan strategi agar produk dapat diterima dan dicintai oleh segmen pasar yang paling sesuai.