Jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235 juta orang pada 2026. Angka ini tercatat dalam Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Selasa (19/5/2026), dan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, berdasarkan survei tersebut, jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 287 juta jiwa. Pada 2026, tingkat penetrasi internet nasional mencapai 81,72 persen, atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi 287.303.234 jiwa.
Persentase itu meningkat dibandingkan 2025 yang berada di angka 80,66 persen. APJII menilai kenaikan ini menggambarkan internet semakin menjadi kebutuhan utama masyarakat di berbagai sektor.
Arif menyebut peningkatan penetrasi internet menandakan transformasi digital nasional terus bergerak secara progresif dan semakin inklusif. Menurutnya, internet kini tidak lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Ia juga menekankan pentingnya dukungan berupa pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat.
Dari sisi wilayah, Pulau Jawa masih menjadi kontributor terbesar pengguna internet nasional. Penetrasi internet di Jawa mencapai 85,95 persen dengan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen. Wilayah lain mencatat penetrasi dan kontribusi yang bervariasi: Kalimantan 80,40 persen (kontribusi 6,20 persen), Sumatera 78,24 persen (20,74 persen), Bali dan Nusa Tenggara 78,14 persen (5,26 persen), Sulawesi 72,58 persen (6,62 persen), serta Maluku dan Papua 69,74 persen (2,94 persen).
APJII menyatakan data tersebut menunjukkan pemerataan akses internet terus berkembang, meski kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi perhatian.
Dari sisi demografi, penetrasi internet pada laki-laki tercatat 83,95 persen dengan kontribusi 50,03 persen, sementara perempuan 79,79 persen dengan kontribusi 49,97 persen. Arif menilai angka ini menunjukkan kesenjangan gender dalam akses internet semakin kecil.
Berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada Gen Z sebesar 89,02 persen dan Milenial sebesar 90,34 persen. Temuan ini menggambarkan dominasi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.
Arif berharap hasil survei ini dapat menjadi referensi strategis bagi pemerintah, pelaku industri internet, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan kebijakan serta strategi pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Survei Profil Internet Indonesia Tahun 2026 dilakukan APJII bersama lembaga survei independen dan dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia untuk memperoleh gambaran kondisi internet nasional secara komprehensif. Arif menyatakan hasil survei diharapkan bermanfaat bagi anggota APJII dan masyarakat Indonesia yang membutuhkan.