BANDA ACEH — Perkembangan teknologi digital membawa beragam kemudahan bagi masyarakat, mulai dari sektor pendidikan hingga ekonomi. Namun, meningkatnya akses terhadap teknologi juga memunculkan tantangan baru, terutama terkait kemampuan literasi digital dan perlindungan anak di ruang digital.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banda Aceh, Syukriah SKM, MKM, mengatakan dunia digital memberikan dampak positif bagi banyak pihak. Meski demikian, ia menilai peningkatan penggunaan teknologi belum selalu diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.
Menurut Syukriah, perempuan di Aceh mulai memanfaatkan media digital untuk kegiatan ekonomi dan edukasi, termasuk melalui pelatihan bagi pelaku UMKM. Namun, ia menekankan perlunya penguatan literasi digital agar pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara lebih bijak.
Ia juga menyoroti tantangan lain yang kian mengemuka, yakni tingginya paparan teknologi pada anak sejak usia dini. Anak-anak disebut mulai diperkenalkan dengan gawai dan media digital sejak sangat muda, sehingga berpotensi meningkatkan ketergantungan terhadap perangkat digital.
“Anak-anak sekarang semakin terpapar teknologi sejak usia dini. Hal ini menjadi peluang besar untuk belajar, tetapi juga meningkatkan risiko kecanduan gadget, cyber bullying, penyebaran hoaks, hingga paparan konten yang belum sesuai dengan usia mereka,” kata Syukriah.
Syukriah menekankan pentingnya pengawasan orang tua serta penguatan pendidikan literasi digital. Ia berharap langkah tersebut dapat membantu anak memanfaatkan teknologi secara bijak, menciptakan lingkungan digital yang lebih aman, sekaligus mendukung perkembangan generasi muda secara positif.