BERITA TERKINI
Telkomsel Enterprise Paparkan Strategi Digital Retail 2026, Dorong Efisiensi lewat AI, IoT, dan Analitik Data

Telkomsel Enterprise Paparkan Strategi Digital Retail 2026, Dorong Efisiensi lewat AI, IoT, dan Analitik Data

Telkomsel melalui unit Telkomsel Enterprise menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta pada Selasa, 13 Mei 2026, untuk mendukung transformasi digital industri retail, produk konsumsi (CPG), dan e-commerce di Indonesia. Forum bertajuk “Reinventing Growth in Retail, Consumer Product Goods (CPG), and E-Commerce Industries for Sustainable Impact” itu mempertemukan para pengambil keputusan lintas sektor guna membahas tantangan bisnis digital yang kian kompleks.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah isu utama yang dibahas mencakup lonjakan permintaan konsumen, kebutuhan peningkatan efisiensi operasional, hingga tuntutan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Pembahasan ini mengemuka seiring pertumbuhan penjualan retail Indonesia yang tercatat 6,5% secara tahunan pada Februari 2026—disebut sebagai laju tercepat sejak Maret 2024—yang menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat selama Ramadan dan musim perayaan.

VP Corporate Innovation, Sustainability, and Marketing Telkomsel, Mia Melinda, menilai kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi pelaku usaha. Menurutnya, pertumbuhan retail yang membaik menuntut kesiapan perusahaan dalam menghadapi kompleksitas operasional dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.

Mia juga menegaskan komitmen Telkomsel Enterprise untuk menghadirkan solusi digital end-to-end berbasis data, yang ditujukan untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan bisnis. Dalam konteks retail dan e-commerce, pendekatan berbasis data dinilai penting agar perusahaan dapat merespons perubahan pasar dengan lebih cepat.

Salah satu fokus pembahasan dalam FGD adalah kebutuhan visibilitas operasional secara real-time di seluruh rantai bisnis retail, mulai dari distribusi hingga aktivitas di toko. Sejumlah perusahaan dinilai masih menghadapi persoalan seperti kebocoran margin, inefisiensi logistik, serta gangguan sistem yang dapat berdampak langsung pada pengalaman pelanggan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Telkomsel Enterprise menawarkan berbagai solusi digital berbasis teknologi, antara lain IoT Fleet Management, Video Analytics, Direct Peering, serta Managed Connectivity SD-WAN. Solusi tersebut diklaim dapat membantu pelaku usaha memantau operasional secara langsung, meningkatkan efisiensi distribusi, dan menjaga stabilitas bisnis di tengah perubahan pasar yang cepat.

Selain aspek operasional, diskusi juga menyoroti tantangan fragmentasi data pelanggan. Banyak perusahaan retail dan e-commerce disebut masih mengelola data dalam sistem yang terpisah, sehingga menyulitkan analisis perilaku konsumen secara menyeluruh. Telkomsel menyatakan menyediakan solusi digital seperti IoT, analitik data, dan omnichannel untuk membantu perusahaan mengoptimalkan kinerja bisnis secara menyeluruh.