Telkomsel kembali menggelar program inkubasi bisnis perusahaan rintisan bertajuk NextDev yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-10. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan digital para pelaku startup tahap awal (early-stage) di Indonesia.
Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Hadi Sucipto mengatakan NextDev diarahkan agar startup peserta dapat memberi dampak bagi ekosistem digital nasional. Pernyataan itu disampaikan Hadi saat ditemui di sela acara NextDev Summit ke-10 di Jakarta, Kamis.
Rangkaian NextDev terdiri atas tiga tahap, yakni NextDev Talent Scouting, NextDev Academy, dan Final Pitching. Dari sekitar 250 startup yang mendaftar, Telkomsel memilih 10 finalis untuk mengikuti pelatihan bersama mentor yang berpengalaman di sektor ekonomi digital.
Pada tahap akhir, 10 finalis dari tiga kategori—Productivity Enhancement, Emerging Technologies, dan Digital Lifestyle—mendapat kesempatan mempresentasikan solusi inovatif mereka di hadapan mitra potensial. Finalis kategori Productivity Enhancement meliputi eHealth, Luar Kampus, dan On Journey. Untuk kategori Emerging Technologies terdiri atas EON Energy, KendAli, Molca, dan Satuplatform. Sementara kategori Digital Lifestyle diwakili Boonda, difotoin.id, dan GoDentist.
Para finalis berasal dari sejumlah daerah, antara lain Bandung, Pontianak, Bali, Surabaya, Jakarta, Malang, dan Makassar. Setelah presentasi, Telkomsel akan menyeleksi tiga finalis untuk menentukan pemenang “Best of the Best”. Pemenang akan memperoleh dana hibah dari Telkomsel serta kesempatan benchmarking internasional.
Puncak program NextDev ditandai dengan penyelenggaraan NextDev Summit ke-10 yang menyoroti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Tema tersebut menjadi fokus utama melalui dua sesi gelar wicara, yakni “AIDriven Startups: Innovate, Scale, and Lead” dan “Funding the Future: Smart Investments in AI & Tech Startups”.