BERITA TERKINI
Telkomsel Tutup Internet BAIK Festival Series 10 di Surakarta, Dorong Literasi AI untuk Pelajar

Telkomsel Tutup Internet BAIK Festival Series 10 di Surakarta, Dorong Literasi AI untuk Pelajar

Telkomsel kembali menggelar Internet BAIK Festival (IBFEST) Series 10 bertema “Level Up The Future with AI” sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi digital generasi muda Indonesia. Kegiatan ini berlangsung di SMK Negeri 8 Surakarta pada 13 Mei 2026 dan menjadi penutup rangkaian program edukasi tahunan yang telah berjalan sejak 2016.

Melalui IBFEST, Telkomsel menargetkan pelajar SMA dan SMK agar mampu memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara kreatif, aman, produktif, dan bertanggung jawab. Program ini mengacu pada prinsip BAIK, yaitu Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif.

IBFEST Series 10 dirancang agar peserta tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga terdorong menciptakan inovasi digital yang berdampak positif. Tiga kegiatan utama yang dihadirkan meliputi AI Camp Training, AI Workshop untuk siswa, guru, dan orang tua, serta diskusi inspiratif bersama praktisi AI dan pegiat literasi digital.

GM CSR Telkomsel, Andry P Santoso, menyatakan program tersebut sejalan dengan visi pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia juga menyinggung relevansi IBFEST dengan Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Dunia Maya atau PP TUNAS. Menurutnya, perkembangan AI perlu diimbangi kemampuan literasi digital agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.

Penyelenggaraan ini turut mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Rizki Ameliah, menilai konsistensi Internet BAIK Festival menjadi langkah penting untuk membekali pelajar dengan keterampilan digital dan AI, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab.

Dalam IBFEST Series 10, peserta dibagi ke dalam tiga jalur pembelajaran berbasis AI agar materi lebih fokus dan sesuai minat. Jalur Creativa berfokus pada seni digital, dengan aktivitas seperti pembuatan musik, film pendek, poster bergerak, hingga cerita ilustrasi digital dengan bantuan AI. Jalur Syntech menitikberatkan pada inovasi dan solusi digital, mendorong peserta mengembangkan aplikasi sederhana, mini-games edukatif, hingga prototipe produk digital. Sementara jalur Cyberlite berfokus pada keamanan digital, termasuk pembuatan kampanye kreatif seperti film pendek tentang bahaya deepfake, gerakan “Saring Before Sharing”, serta poster edukasi anti-penipuan digital atau anti-scam.

Selain AI Camp Training, IBFEST juga menghadirkan AI Workshop yang menyasar tiga kelompok dalam ekosistem pendidikan. Untuk pelajar, workshop bertajuk “Generative AI 101 dan Praktik Singkat AI Kreatif” mengajarkan pemanfaatan AI untuk mengekspresikan ide secara etis dan kreatif. Bagi guru, sesi “AI in Education & Digital Safety: Membimbing Siswa di Era Cerdas Digital” menekankan peran guru sebagai mentor digital, termasuk integrasi AI dalam pembelajaran. Adapun untuk orang tua, tersedia sesi “Safe & Smart Parenting di Era AI” yang membahas pendampingan anak agar aman berinternet serta pemahaman dampak AI dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki tahun ke-10, Telkomsel menyebut program Internet BAIK menunjukkan jangkauan yang luas. Pada Series 9, program ini mencatat lebih dari 10 ribu pendaftar dari 124 kota dan kabupaten. Secara kumulatif sejak 2016, Internet BAIK telah menjangkau lebih dari 41.069 pelajar di 1.484 sekolah, serta melibatkan lebih dari 9.553 guru, orang tua, dan komunitas di 296 kota dan kabupaten.

Program ini juga disebut telah melahirkan lebih dari 1.600 Internet BAIK Agents of Change dan menghasilkan 1.624 karya Digital Creative Content. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Telkomsel berharap generasi muda Indonesia dapat menjadi talenta digital yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki etika, kreativitas, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan AI.