BERITA TERKINI
Terlalu Lama Menatap Layar Dapat Picu Mata Kering hingga Penglihatan Kabur, Ini Langkah Menjaganya

Terlalu Lama Menatap Layar Dapat Picu Mata Kering hingga Penglihatan Kabur, Ini Langkah Menjaganya

Aktivitas digital kini semakin melekat dalam keseharian masyarakat, baik untuk bekerja, belajar, menikmati hiburan, maupun berselancar di media sosial. Namun, kebiasaan menatap layar dalam waktu lama ikut membawa dampak pada kesehatan, terutama pada mata.

Keluhan seperti mata perih, kering, berair, hingga penglihatan kabur dilaporkan semakin sering dialami oleh berbagai kelompok usia. Tidak hanya pekerja kantoran, anak-anak dan remaja juga dinilai rentan mengalami masalah serupa akibat intensitas penggunaan gadget yang tinggi tanpa jeda.

Kebiasaan melihat layar terus-menerus membuat mata bekerja tanpa istirahat yang memadai. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menurunkan kenyamanan beraktivitas sehari-hari dan berpotensi memengaruhi kualitas penglihatan dalam jangka panjang.

Mata kering dan pandangan kabur paling sering dikeluhkan

Salah satu penyebab keluhan saat menatap layar terlalu lama adalah berkurangnya frekuensi berkedip. Kebiasaan berkedip yang menurun dapat memengaruhi kelembapan mata, sehingga mata terasa cepat kering dan panas. Pada sebagian orang, keluhan ini juga disertai sakit kepala serta kesulitan fokus setelah beraktivitas dalam durasi panjang.

Selain lamanya waktu menatap layar, ukuran tulisan yang terlalu kecil dan pencahayaan layar yang berlebihan dapat memperberat kerja mata. Akibatnya, mata terasa lebih cepat lelah meski penggunaan gadget baru berlangsung beberapa jam.

Penting mengatur durasi penggunaan perangkat

Mengatur durasi penggunaan perangkat digital menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan. Kebiasaan memakai smartphone saat waktu istirahat atau menjelang tidur disebut membuat mata terus bekerja, padahal mata juga membutuhkan jeda agar otot-otot di sekitar penglihatan tidak terbebani.

Sejumlah orang mulai membiasakan diri berhenti sejenak setiap beberapa menit saat bekerja di depan komputer untuk mengurangi rasa tegang pada mata. Penyesuaian seperti penggunaan mode malam atau menurunkan tingkat kecerahan layar juga dapat membantu meningkatkan kenyamanan, terutama pada malam hari.

Posisi duduk dan jarak layar turut berpengaruh

Faktor lain yang kerap diabaikan adalah posisi tubuh dan jarak layar saat menggunakan gadget. Kebiasaan memakai smartphone sambil tiduran atau menatap layar terlalu dekat dalam waktu lama dapat membuat mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus.

Dalam penggunaan harian, layar idealnya berada pada jarak yang cukup aman dari mata, dengan posisi sejajar atau sedikit di bawah garis pandang. Posisi duduk yang nyaman juga membantu mengurangi ketegangan pada leher dan kepala, yang dapat ikut memengaruhi rasa tidak nyaman saat beraktivitas di depan layar.

Asupan gizi dan cairan juga berperan

Selain kebiasaan penggunaan perangkat, pola makan dinilai ikut memengaruhi kesehatan mata. Mata membutuhkan nutrisi agar tetap bekerja optimal di tengah paparan layar digital. Makanan yang kaya vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta omega-3 disebut baik untuk menjaga kesehatan mata. Buah dan sayuran berwarna cerah juga dikenal mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel mata dari kerusakan.

Kecukupan cairan tubuh turut perlu diperhatikan. Kekurangan cairan dapat membuat mata lebih mudah kering, terutama saat berada di ruangan dingin atau ber-AC.

Pemeriksaan mata berkala kian relevan

Di tengah intensitas penggunaan perangkat digital yang terus meningkat, pemeriksaan mata secara rutin dinilai semakin penting. Banyak orang baru menyadari adanya gangguan penglihatan setelah keluhan cukup mengganggu aktivitas. Padahal, sebagian masalah mata bisa dicegah atau ditangani lebih awal jika diketahui sejak dini.

Jika keluhan mata lelah semakin sering muncul, penyesuaian aktivitas atau penggunaan kacamata khusus dapat membantu mengurangi gangguan. American Academy of Ophthalmology juga menyatakan penggunaan perangkat digital dalam durasi panjang dapat meningkatkan risiko kelelahan mata, sehingga diperlukan kebiasaan penggunaan yang lebih sehat dalam keseharian.

Di era serba digital, menjaga keseimbangan antara aktivitas di depan layar dan kesehatan tubuh menjadi langkah penting agar kualitas penglihatan tetap terjaga.