BERITA TERKINI
Tim Unhas Kenalkan Aplikasi SEHATI untuk Edukasi dan Pemantauan Risiko Stunting di Desa Bontobangun Bulukumba

Tim Unhas Kenalkan Aplikasi SEHATI untuk Edukasi dan Pemantauan Risiko Stunting di Desa Bontobangun Bulukumba

Upaya pencegahan stunting mulai memanfaatkan pendekatan digital di tingkat desa. Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan aplikasi SEHATI kepada ibu balita di Desa Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, sebagai sarana edukasi dan pemantauan tumbuh kembang anak berbasis teknologi.

Kegiatan bertajuk GERAK SEHATI (Gerakan Edukasi dan Pendampingan Ibu Balita Cegah Stunting melalui Aplikasi SEHATI) dilaksanakan di Puskesmas Bontobangun pada 14 dan 16 Mei 2026. Program ini diikuti sekitar 40 ibu balita, bersama tenaga kesehatan dan kader posyandu setempat.

Aplikasi SEHATI diperkenalkan sebagai media pendamping bagi ibu untuk memahami pemenuhan gizi seimbang, memantau pertumbuhan anak, serta mengenali tanda awal gangguan tumbuh kembang pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), fase yang dinilai paling menentukan dalam pencegahan stunting.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Prof. Dr. Kadek Ayu Erika, S.Kep., Ns., M.Kes, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi kesehatan diperlukan agar edukasi mengenai stunting tidak berhenti pada penyuluhan tatap muka. Ia menilai banyak ibu sudah mengetahui pentingnya gizi, namun belum memiliki alat bantu yang mudah digunakan untuk memantau perkembangan anak secara rutin.

Dalam sesi edukasi, peserta dikenalkan pada fitur aplikasi yang memuat panduan gizi seimbang, pemantauan berat dan tinggi badan anak, serta informasi stimulasi perkembangan sesuai usia. Materi deteksi dini gangguan tumbuh kembang turut disampaikan oleh Nur Fadilah, S.Kep., Ns., M.N.

Berbeda dengan penyuluhan konvensional, kegiatan ini menitikberatkan pada praktik langsung. Para peserta didampingi untuk mengunduh aplikasi, memasukkan data anak, dan membaca hasil pemantauan pertumbuhan secara mandiri melalui telepon genggam masing-masing.

Moderator kegiatan, Aulia Insani Latif, S.Kep., Ns., M.Kes, menyebut pendekatan berbasis aplikasi diharapkan membantu ibu melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkelanjutan di rumah, tidak hanya saat datang ke posyandu.

Perwakilan Puskesmas Bontobangun, Bd. Hj. Rahmawati, S.ST, menilai pendekatan digital dapat memperkuat kerja tenaga kesehatan di lapangan, terutama dalam meningkatkan keterlibatan keluarga dalam pencegahan stunting.

Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari skema PPMU-PK-M yang didukung LPPM Universitas Hasanuddin.