BERITA TERKINI
Toy Story 5 Dijadwalkan Tayang Juni 2026, Angkat Isu Anak Modern dan Kedekatan dengan Gadget

Toy Story 5 Dijadwalkan Tayang Juni 2026, Angkat Isu Anak Modern dan Kedekatan dengan Gadget

Film animasi Toy Story 5 dijadwalkan tayang pada 19 Juni 2026. Di tengah antusiasme penonton yang menanti kelanjutan kisah para mainan ikonik Pixar, film terbaru ini membawa tema yang lebih dekat dengan realitas masa kini: anak-anak modern yang kian akrab dengan gadget dibanding mainan.

Bagi generasi 2000-an, Toy Story lekat dengan momen liburan sekolah. Film produksi Pixar tersebut kerap hadir di layar televisi, menemani masa kecil lewat kisah Woody, Buzz Lightyear, Jessie, dan mainan lain yang “hidup” saat pemiliknya tidak ada.

Sejak film pertamanya dirilis pada 1995, Toy Story dikenal sebagai waralaba yang tidak hanya menawarkan petualangan animasi, tetapi juga cerita emosional tentang persahabatan, perubahan, dan ketakutan akan dilupakan.

Film kelima ini digarap Andrew Stanton, sutradara dan penulis di balik sejumlah film Pixar seperti Finding Nemo dan WALL-E. Dalam laporan Los Angeles Times pada Kamis (21/5/2026), Stanton menekankan bahwa salah satu kekuatan utama Toy Story adalah kemampuannya merangkul waktu yang benar-benar berlalu antara satu film dan film berikutnya.

“Inilah yang bisa kami lakukan dan tidak bisa dilakukan banyak sekuel lain. Kami bisa merangkul waktu nyata yang telah berlalu sejak perilisan film-film ini,” kata Stanton.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Toy Story tidak sekadar berjalan sebagai rangkaian cerita animasi, melainkan turut merefleksikan perubahan generasi penonton yang tumbuh bersama karakter-karakter di dalamnya.

Melalui Toy Story 5, konflik yang dihadirkan disebut terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jika sebelumnya ancaman bagi para mainan datang dari kemungkinan dibuang atau ditinggalkan ketika pemiliknya beranjak dewasa, kali ini tantangan muncul dari teknologi dan kebiasaan sebagian anak yang semakin lekat dengan layar digital.

Dalam cuplikan awal film, Bonnie digambarkan lebih banyak menghabiskan waktu dengan perangkat pintar bernama Lilypad. Kehadiran gadget tersebut membuat Woody dan mainan lain mulai kehilangan perhatian dari Bonnie, menggeser dinamika yang selama ini menjadi pusat hubungan pemilik dan mainannya.

Arah cerita ini menghadirkan perbedaan dibanding film-film sebelumnya. Cerita tidak lagi semata tentang petualangan para mainan, tetapi juga menyoroti perubahan cara anak-anak bermain di era digital, ketika tablet dan gim kian dekat dengan keseharian, sementara permainan yang mengandalkan imajinasi lewat boneka, action figure, atau mobil-mobilan perlahan berubah.

Selain menghadirkan kembali Woody dan Buzz Lightyear, film ini juga disebut memberi porsi lebih besar kepada Jessie sebagai pemimpin baru kelompok mainan milik Bonnie.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin menyatu dengan kehidupan sehari-hari, Toy Story 5 seolah mengajukan pertanyaan sederhana: apakah mainan masih memiliki tempat di masa kecil anak-anak modern? Dengan nostalgia yang telah melekat selama puluhan tahun, film ini tampaknya tidak hanya mengajak penonton mengenang masa kecil, tetapi juga melihat bagaimana cara bermain anak terus bergeser di era digital.