BERITA TERKINI
Transformasi Digital Dorong Kampus Perkuat Riset dan Cetak Inovator AI

Transformasi Digital Dorong Kampus Perkuat Riset dan Cetak Inovator AI

Transformasi digital mengubah cara dunia bekerja, belajar, dan berinovasi. Artificial Intelligence (AI) kini dipandang bukan lagi sekadar tren, melainkan fondasi baru yang membentuk arah industri global. Dalam situasi ini, perguruan tinggi dinilai tidak bisa hanya menjadi penonton, melainkan perlu hadir sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan talenta digital untuk menjawab kebutuhan zaman.

Sejalan dengan itu, peningkatan kualitas dosen dan riset disebut menjadi kebutuhan strategis. Pendidikan tinggi membutuhkan tenaga akademik yang tidak hanya aktif mengajar, tetapi juga terus mengembangkan kompetensi, melakukan penelitian, dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Pengalaman menempuh pendidikan doktoral Ilmu Komputer di Universitas Dian Nuswantoro selama kurang lebih enam tahun menjadi salah satu gambaran cepatnya perubahan di dunia digital. Tantangan tersebut menuntut kampus bergerak lebih adaptif agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.

Dalam disertasi berjudul “Pengembangan Arsitektur Hybrid CNN Berbasis Transfer Learning dan Attention untuk Klasifikasi Penyakit Daun Multi Komoditas”, penelitian diarahkan untuk menghadirkan solusi berbasis AI guna membantu identifikasi penyakit tanaman melalui citra digital dengan tingkat akurasi yang lebih baik. Kajian ini juga menunjukkan bahwa AI dapat diterapkan tidak hanya pada sektor industri digital, tetapi juga untuk mendukung pertanian, ketahanan pangan, dan efisiensi produksi.

Riset, dalam pandangan tersebut, tidak semestinya berhenti sebagai dokumen akademik. Penelitian diharapkan mampu terhubung dengan kebutuhan riil di lapangan dan menjadi solusi yang memberi manfaat luas. Tantangan perguruan tinggi saat ini, antara lain, adalah membangun jembatan antara dunia akademik dan persoalan nyata di masyarakat.

Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) disebut terus berupaya membangun budaya akademik yang inovatif, adaptif, dan berorientasi masa depan. Pengembangan kompetensi dosen dilakukan melalui studi lanjut, sertifikasi internasional, publikasi ilmiah, hingga hibah penelitian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Di sisi lain, mahasiswa juga dinilai perlu dipersiapkan menghadapi era AI melalui pola pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan lulusan yang memahami teori, tetapi juga talenta yang mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menciptakan inovasi berbasis teknologi.

Penguatan ekosistem riset dan pembelajaran menjadi langkah yang ditekankan. Lingkungan kampus diharapkan mendorong kolaborasi, kreativitas, dan keberanian bereksperimen melalui kegiatan seperti seminar, workshop, laboratorium riset, serta kerja sama industri sebagai bagian dari budaya akademik modern.

UNM juga disebut terus memperluas kontribusi akademiknya, termasuk melalui pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Upaya tersebut dinyatakan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.

Pada akhirnya, gelar akademik dipandang bukan sebagai garis akhir. Pendidikan doktoral justru disebut sebagai titik awal untuk berkontribusi lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Di era AI, perguruan tinggi dinilai tidak cukup hanya meluluskan sarjana, tetapi juga perlu melahirkan inovator, peneliti, dan pemecah masalah yang siap menciptakan perubahan.