Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Pembukaan dan Pengarahan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Perkantoran pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan transformasi tata kelola kelembagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia berbasis digital.
Pembukaan bimtek berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Gedung BEC Lantai 1 Ruang Kelas Internasional. Rangkaian pelatihan dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni 18–21 Mei 2026, dengan melibatkan peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan kampus.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Biro AUPK, Wakil Rektor II, para Kepala Bagian dan Kepala Subbagian, para Ketua Tim, serta peserta bimtek. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam administrasi perkantoran dan penguasaan teknologi digital yang dinilai semakin penting dalam pengelolaan perguruan tinggi modern.
Wakil Rektor II UIN KHAS Jember, Dr. H. Ainur Rafik, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang lebih baik, lebih cepat, dan berdampak luas. Ia menyebut semangat “better, faster, stronger” sebagai prinsip yang relevan dengan tuntutan pelayanan publik di era digital.
Menurutnya, kualitas pekerjaan tidak hanya diukur dari hasil yang baik, tetapi juga dari kecepatan proses serta dampak yang dihasilkan bagi lembaga dan masyarakat. Ia juga menilai perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan, dan konektivitas jaringan perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, sehingga ASN perlu dibekali kompetensi teknis sekaligus kemampuan adaptif menghadapi perubahan.
Dalam arahannya, Ainur Rafik turut menyoroti perkembangan teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things, hingga konektivitas digital yang semakin memengaruhi pola kerja birokrasi modern. Namun, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tetap dilakukan secara bijak dan produktif, serta tidak menimbulkan ketergantungan yang dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis.
Selain penguatan keterampilan teknis, ia juga menekankan pentingnya soft skill dalam pelayanan publik, seperti sikap responsif, kemampuan komunikasi, empati, dan profesionalitas kerja. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kualitas mental dan etos kerja aparatur.
Sementara itu, Kepala Biro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. H. Nawawi, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari agenda besar peningkatan kompetensi ASN berbasis digital yang akan diterapkan secara menyeluruh sepanjang 2026. Ia menyebut seluruh ASN akan mengikuti pemetaan kemampuan digital melalui pre-test untuk mengetahui tingkat kompetensi masing-masing, yang kemudian menjadi dasar pengelompokan pelatihan sesuai level kemampuan peserta.
Nawawi menambahkan, penguatan kompetensi ASN tidak hanya mencakup administrasi perkantoran, tetapi juga pengembangan kepemimpinan dan layanan berbasis AI. Ia menyampaikan bahwa UIN KHAS Jember tengah menyiapkan sistem layanan digital berbasis kecerdasan buatan untuk mempercepat, memudahkan, dan mengintegrasikan akses data serta informasi kampus.
Melalui platform tersebut, berbagai kebutuhan layanan administrasi direncanakan dapat diakses secara digital, mulai dari informasi akademik, data kelembagaan, hingga layanan kepegawaian. Langkah ini disebut sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik berbasis teknologi di lingkungan perguruan tinggi.
Ketua panitia kegiatan, Muhammad Ali Maqfur, mengatakan bimtek diikuti oleh 31 peserta dari berbagai fakultas, unit kerja, lembaga, dan pusat layanan di UIN KHAS Jember. Ia menjelaskan pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan teknis komputer dan administrasi digital, dengan materi dari tingkat dasar hingga penguatan keterampilan lanjutan.
Menurutnya, peserta akan mengikuti pembimbingan teknis secara intensif selama empat hari penuh, dari pagi hingga sore, agar dapat fokus meningkatkan kompetensi. Pelaksanaan bimtek dipusatkan di laboratorium komputer dengan pendampingan narasumber yang kompeten di bidang aplikasi perkantoran dan teknologi digital.