BERITA TERKINI
UMY Perkuat Hilirisasi Riset lewat Forum Temu Investor–Inventor

UMY Perkuat Hilirisasi Riset lewat Forum Temu Investor–Inventor

Hilirisasi riset masih menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi di Indonesia. Banyak inovasi yang lahir di kampus kerap berhenti pada tahap prototipe dan publikasi akademik, tanpa berkembang menjadi produk yang benar-benar digunakan masyarakat. Kondisi ini mendorong perlunya kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, investor, dan pelaku usaha agar hasil riset dapat memberi dampak nyata.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG., dalam acara Temu Investor–Inventor UMY yang digelar pada Rabu (13/5). Ia menilai perguruan tinggi masih menghadapi tantangan dalam membawa hasil riset agar dapat berkembang menjadi produk yang dimanfaatkan masyarakat.

Menurutnya, riset di perguruan tinggi selama ini masih sering diposisikan sebagai capaian akademik. Pola pikir tersebut, kata dia, perlu diubah seiring tuntutan agar pendidikan tinggi dapat berkontribusi lebih konkret bagi kehidupan sosial dan ekonomi.

“Riset tidak berhenti pada publikasi atau capaian jabatan akademik saja, tetapi harus bisa menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan secara luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar hasil penelitian di perguruan tinggi umumnya baru sampai pada tahap pembuktian awal. Agar dapat berkembang menjadi produk yang digunakan masyarakat, diperlukan proses lanjutan seperti inkubasi bisnis, penguatan jejaring, hingga dukungan investasi.

“Yang dihasilkan di level perguruan tinggi biasanya baru sebatas prototipe dengan pembuktian yang masih terbatas. Untuk itu dibutuhkan semacam spin-off atau rintisan bisnis. Dari situlah nantinya produk bisa berkembang menjadi sesuatu yang affordable bagi masyarakat,” katanya.

Supriyatiningsih juga menilai dunia usaha memiliki cara pandang berbeda karena terbiasa bergerak cepat membaca peluang dan bertahan di tengah perubahan. Perspektif tersebut dinilai penting untuk dipelajari perguruan tinggi agar pengembangan inovasi lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pasar.

Ia menekankan masukan dari pelaku usaha diperlukan agar inovasi kampus tidak berhenti sebagai gagasan ideal di lingkungan akademik. “Kadang teman-teman inventor punya ide pengembangan yang hanya ada di alam pikirannya. Dari para pengusaha inilah kami bisa mendapatkan insight tentang kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang hanya menjadi menara gading, lalu setelah selesai tidak terpakai,” ujarnya.

Selain kolaborasi riset dan investasi, ia juga mendorong perluasan keterlibatan praktisi industri di lingkungan kampus, termasuk melalui kuliah umum maupun forum diskusi bersama mahasiswa. Pengalaman pelaku usaha dinilai dapat memberi perspektif baru mengenai strategi, inovasi, dan pengembangan bisnis yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.

Melalui sinergi tersebut, UMY berharap hasil riset perguruan tinggi tidak berhenti sebagai temuan akademik, melainkan berkembang menjadi inovasi yang berdaya guna, berkelanjutan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.