Transformasi digital di dunia pendidikan kian cepat, seiring hadirnya teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang diproyeksikan menjadi fondasi pembelajaran masa depan. Merespons perkembangan itu, Universitas Nusa Mandiri (UNM) mendorong integrasi teknologi dalam pendidikan tinggi melalui inovasi riset, penguatan kurikulum digital, serta pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis AI.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Nusa Mandiri, Dr. Anton, M.Kom, menekankan pentingnya transformasi digital untuk membangun sistem pendidikan yang lebih adaptif, fleksibel, dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
Melalui penelitian doktoralnya, Anton mengembangkan model AI berbasis arsitektur hybrid Convolutional Neural Network (CNN) yang mampu mengolah data citra secara akurat. Teknologi tersebut dinilai tidak hanya relevan untuk sektor pertanian digital, tetapi juga membuka peluang dalam pengembangan sistem pembelajaran cerdas berbasis data.
Anton menyebut AI sebagai “transportasi digital pendidikan” yang dapat mempercepat distribusi pengetahuan dan membuka akses belajar tanpa batas ruang dan waktu. Dengan dukungan teknologi ini, mahasiswa disebut dapat mengakses materi, praktik, hingga evaluasi pembelajaran secara lebih personal dan interaktif.
“Teknologi AI akan menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan masa depan. Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dan menghadirkan pembelajaran yang lebih cerdas, fleksibel, dan sesuai kebutuhan industri digital,” ujar Anton.
UNM juga menyiapkan sejumlah program berbasis transformasi digital, termasuk Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman di dunia industri melalui magang, proyek riset, maupun pengembangan startup digital.
Selain itu, UNM memperkuat ekosistem inovasi melalui Innovation Center, Startup Center, dan Career Center sebagai wadah mahasiswa mengembangkan solusi berbasis teknologi, termasuk AI dan digital business.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Nusa Mandiri, Dr. Nita Merlina, menegaskan transformasi pendidikan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dipersiapkan sejak sekarang.
“Perguruan tinggi tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama di tengah percepatan teknologi AI. Universitas Nusa Mandiri terus mendorong pembelajaran berbasis digital dan penguatan kompetensi mahasiswa agar mampu menjadi talenta unggul di era revolusi industri 5.0,” kata Nita dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (18/5).
Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia, infrastruktur digital, serta kolaborasi dengan dunia industri menjadi faktor penting untuk menciptakan pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan.
Melalui berbagai langkah tersebut, UNM menyatakan terus memperkuat perannya sebagai Kampus Digital Bisnis dengan fokus mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global berbasis teknologi.