Fenomena fear of missing out (FOMO) dinilai semakin memengaruhi cara siswa, terutama dari kalangan Gen Z, dalam menentukan jurusan kuliah. Tren di media sosial dan pilihan teman kerap menjadi rujukan utama, sementara pertimbangan minat, potensi diri, serta kebutuhan dunia kerja justru terabaikan.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyampaikan pengingat agar calon mahasiswa memilih jurusan secara bijak dan strategis. Menurut UNM, keputusan yang hanya didasarkan pada tren dapat berisiko menimbulkan persoalan di kemudian hari, mulai dari salah jurusan, turunnya motivasi belajar, hingga kesulitan bersaing saat memasuki dunia kerja.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, mengatakan pemilihan jurusan perlu didasarkan pada pemahaman yang matang terhadap perkembangan industri. “Memilih jurusan tidak cukup hanya karena tren atau ikut-ikutan. Yang lebih penting, memahami arah perkembangan industri dan menyesuaikannya dengan potensi diri,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan, di era transformasi digital, kemampuan di bidang data menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan. “Kemampuan mengolah dan menganalisis data jadi keterampilan penting yang dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pemerintahan,” katanya.
Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data turut mendorong meningkatnya kebutuhan talenta di bidang sains data. Bidang ini mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan di berbagai industri, termasuk e-commerce, kesehatan, keuangan, hingga sektor publik.
UNM menyebut menghadirkan Program Studi Sains Data dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1. Dalam skema tersebut, mahasiswa menjalani tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di industri melalui magang, proyek profesional, atau riset kolaboratif.
Menurut Tati, pendekatan itu ditujukan agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. “Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.
UNM menekankan, memilih jurusan kuliah bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menentukan arah masa depan. Keputusan yang tepat dinilai dapat membuka peluang karier yang lebih luas dan berkelanjutan, terutama bagi generasi muda yang ingin tetap relevan di era digital.