DEPOK — Fenomena fear of missing out (FOMO) dinilai semakin memengaruhi cara siswa, khususnya dari kalangan Gen Z, dalam menentukan jurusan kuliah. Pilihan kerap diambil karena tren di media sosial atau mengikuti keputusan teman, tanpa mempertimbangkan minat, potensi diri, dan kebutuhan dunia kerja.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) mengingatkan pentingnya memilih jurusan secara bijak dan strategis. Menurut kampus tersebut, memilih jurusan berbasis tren dapat terlihat aman, tetapi berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti salah jurusan, turunnya motivasi belajar, hingga kesulitan bersaing di dunia kerja.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menekankan bahwa pemilihan jurusan perlu didasarkan pada pemahaman yang matang terhadap perkembangan industri.
“Memilih jurusan tidak cukup hanya karena tren atau ikut-ikutan. Yang lebih penting adalah memahami arah perkembangan industri dan menyesuaikannya dengan potensi diri,” ujar Tati dalam rilis yang diterima pada Rabu (20/5) di Kampus UNM Margonda, Depok.
Ia menambahkan, di tengah transformasi digital, kemampuan di bidang data menjadi salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan. “Kemampuan mengolah dan menganalisis data menjadi keterampilan penting yang dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari bisnis hingga pemerintahan,” katanya.
Perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Big Data turut mendorong meningkatnya kebutuhan talenta di bidang Sains Data. Bidang ini mempelajari cara mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data untuk menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan di berbagai industri, termasuk e-commerce, kesehatan, keuangan, hingga sektor publik.
UNM menyampaikan bahwa Program Studi Sains Data di kampus tersebut menggunakan pendekatan pembelajaran melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1. Skema ini memungkinkan mahasiswa menjalani tiga tahun perkuliahan di kampus dan satu tahun pengalaman langsung di industri, melalui magang, proyek profesional, atau riset kolaboratif.
“Pendekatan ini memastikan lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Tati.
UNM menilai, keputusan memilih jurusan kuliah semestinya tidak sekadar mengikuti tren, melainkan menjadi langkah menentukan arah masa depan. Pilihan yang tepat, menurut kampus tersebut, dapat membuka peluang karier yang lebih luas dan berkelanjutan di era digital.