Transformasi dunia kerja di era digital mendorong perubahan orientasi karier di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya lulusan perguruan tinggi identik dengan mencari pekerjaan di perusahaan mapan, kini Generasi Z dinilai semakin agresif membangun startup berbasis teknologi dan menciptakan peluang usaha sendiri.
Pergeseran dari job seeker menjadi job creator ini terlihat di lingkungan Universitas Nusa Mandiri (UNM), khususnya di Kampus Jatiwaringin, Jakarta. Mahasiswa disebut tidak lagi hanya berfokus pada teori perkuliahan, tetapi mulai mengeksekusi ide bisnis sejak masih kuliah.
Sejumlah inisiatif rintisan yang muncul di antaranya layanan web development untuk mendukung digitalisasi UMKM, hingga agensi kreatif di sektor konten digital dan e-sports. Namun, tingginya minat berwirausaha tersebut juga diiringi tantangan, seperti minimnya pendampingan, lemahnya strategi bisnis, serta ekosistem yang belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan startup secara berkelanjutan.
Kepala Kampus UNM Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai perguruan tinggi perlu mentransformasi perannya untuk menjawab dinamika tersebut. Menurutnya, kampus tidak cukup hanya mencetak lulusan pencari kerja, tetapi juga harus mampu melahirkan pencipta lapangan kerja.
“Ide bisnis mahasiswa perlu diuji, divalidasi, bahkan mengalami kegagalan sejak masih berada di lingkungan kampus agar memiliki kesiapan menghadapi realitas industri,” kata Bryan dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Selasa (19/5/2026).
Untuk mendukung hal itu, UNM menghadirkan ekosistem kewirausahaan terintegrasi melalui program inkubator bisnis dan Entrepreneur Fair. Melalui program tersebut, mahasiswa mendapatkan kesempatan melakukan pitching ide bisnis di hadapan mentor dan praktisi industri, sekaligus mengembangkan produk hingga siap masuk pasar.
UNM juga menerapkan kurikulum kewirausahaan yang berorientasi praktis, mencakup penyusunan business plan, analisis pasar, strategi kompetitif, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kolaborasi lintas program studi seperti Bisnis Digital, Sistem Informasi, dan Sains Data disebut turut memperkuat fondasi startup mahasiswa.
Bryan menambahkan, pembelajaran kewirausahaan di kampus diarahkan agar tidak berhenti pada teori. Mahasiswa didorong membangun bisnis nyata dengan dukungan mentor, fasilitas, serta jaringan industri sebagai bagian dari penguatan posisi UNM sebagai Kampus Digital Bisnis.
Dengan ekosistem yang semakin kondusif, mahasiswa dipersiapkan tidak hanya sebagai lulusan siap kerja, tetapi juga sebagai inovator yang mampu menciptakan peluang usaha sejak dini.