BERITA TERKINI
USB YPKP Teken Kontrak Hibah DPPM 2026 dan Luncurkan Pusat Studi serta Sentra HKI

USB YPKP Teken Kontrak Hibah DPPM 2026 dan Luncurkan Pusat Studi serta Sentra HKI

Universitas Sangga Buana (USB) YPKP memperkuat ekosistem riset dan inovasi kampus melalui penandatanganan kontrak hibah DPPM Kemendiktisaintek 2026, sekaligus meluncurkan pusat studi dan sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Kegiatan tersebut berlangsung di Bandung, Senin, 18 Mei 2026.

Rektor USB YPKP Didin Saepudin mengatakan, arah pengembangan riset di kampus tidak lagi berhenti pada publikasi ilmiah. Menurut dia, hasil penelitian perlu menjadi aset yang bernilai ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebetulnya kami mencoba membuat suatu ekosistem riset ke depan. Jadi tidak hanya sampai pada output dalam bentuk tulisan, tetapi juga kita berharap lebih dari itu,” kata Didin usai acara.

Didin menilai, pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk melakukan hilirisasi hasil penelitian melalui komersialisasi inovasi. Karena itu, USB YPKP mulai membangun fondasi kelembagaan dengan membentuk pusat studi dan sentra HKI di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).

“Kita mencoba membangun dari LPPM ini sebagai embrio pusat studi dan sentra. Arahnya menuju pusat unggulan inovasi. Harapan akhirnya tentu riset bisa dikomersialisasikan,” ujarnya.

Ia menyebut konsep “riset menjadi aset” kini menjadi fokus kampus. Didin berharap, pendapatan institusi tidak hanya bersumber dari mahasiswa, tetapi juga dari komersialisasi hasil riset.

“Tidak hanya nanti pendapatan yayasan berasal dari mahasiswa, tetapi juga generate income dari komersialisasi riset,” ungkapnya.

Selain itu, USB YPKP mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah daerah. Salah satu bentuk implementasinya adalah penyusunan naskah akademik dan kajian regulasi daerah yang melibatkan tim kampus.

“Kami sudah mulai bekerja sama dengan pemda dalam penyusunan naskah akademik untuk berbagai peraturan daerah. Itu juga bentuk komersialisasi gagasan dari kampus,” jelas Didin.

Dalam pengembangan riset, USB YPKP akan mengandalkan kolaborasi lintas disiplin, mulai dari teknik, ekonomi hingga politik. Menurut Didin, bidang teknik memiliki peluang besar karena dapat menghasilkan produk yang lebih nyata, seperti prototipe yang bisa digunakan masyarakat.

“Kalau dari sisi yang lebih nyata terlihat memang dari teknik, karena bisa menghasilkan prototype yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai end user,” katanya.

Didin menambahkan, kolaborasi antar fakultas diperlukan untuk memperkuat aspek bisnis, regulasi, hingga pemasaran dari inovasi kampus. Ia mencontohkan, bidang ekonomi dapat membantu dari sisi pemasaran dan keuangan, sementara bidang politik berkontribusi pada aspek regulasi pemerintah.

“Orang ekonomi membantu dari aspek marketing dan keuangan, sementara bidang politik membantu dari sisi regulasi pemerintah. Jadi semuanya bisa berkontribusi terhadap produk yang diluncurkan kampus,” pungkasnya.