Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat, menggelar International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) ke-2 di Auditorium Teuku Umar, Rabu (20/5/2026). Konferensi internasional ini menghadirkan dosen, peneliti, dan akademisi dari berbagai negara untuk membahas inovasi sektor pertanian dan kelautan yang berkelanjutan.
Mengusung tema “sinergi blue and green horizons”, ICONAMI 2026 menyoroti pentingnya kolaborasi lintas disiplin untuk merespons beragam tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga keberlanjutan ekosistem laut dan daratan, termasuk isu ketahanan pangan.
Konferensi dibuka oleh Rektor UTU, Prof Dr Ishak Hasan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga internasional. Menurutnya, ICONAMI menjadi wadah strategis untuk memperkuat dialog ilmiah dan kolaborasi global di tengah tantangan industri agro dan maritim yang kian kompleks.
“Diperlukan pendekatan lintas disiplin ilmu untuk menjawab tantangan global masa kini dan masa depan,” ujar Prof Ishak Hasan.
Ketua ICONAMI 2026, Dr Munandar, menjelaskan konferensi tahun ini berfokus pada inovasi pertanian dan kelautan yang tangguh serta berkelanjutan. Sejumlah agenda ilmiah digelar, seperti presentasi riset, lokakarya, dan diskusi panel, untuk mempertemukan pemikir, praktisi, serta peneliti dari berbagai negara.
Ia menambahkan, ICONAMI diarahkan tidak hanya sebagai forum akademik, tetapi juga sebagai upaya mendorong pengembangan teknologi dan praktik yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem global.
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diisi seminar internasional dengan pembicara dari lima negara, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Bangladesh, dan Oman. Dari Indonesia, Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr Ir Boediastoeti Ontowirjo, memaparkan strategi riset nasional untuk pengelolaan sumber daya laut dan pesisir berkelanjutan.
Sementara itu, Prof Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University membahas pengelolaan daerah aliran sungai di kawasan rawan banjir serta keterkaitannya dengan sektor pertanian dan lautan. Materi serupa juga dipresentasikan Prof Dr Wan Maznah Wan Omar dari Universiti Sains Malaysia.
Setelah sesi seminar, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi 75 makalah ilmiah sebagai bagian dari pembahasan riset dan inovasi di bidang agro dan industri kelautan.