Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus SpP(K) mengunjungi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR), Surabaya, Kamis (21/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Dekan FK UNAIR itu menjadi forum pembahasan penguatan pendidikan, pelayanan kesehatan, serta riset medis di tingkat nasional.
Dalam kunjungan tersebut, dr Benjamin didampingi Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development UNAIR Prof Muhammad Miftahussurur MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM. Hadir pula Dekan FK UNAIR Prof Dr Eighty Mardiyan Kurniawati dr SpOG Subsp Urogin-RE bersama para pakar dan guru besar FK UNAIR.
Di awal diskusi, dr Benjamin menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UNAIR atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Ia juga mengatakan mendapat mandat langsung dari Menteri Kesehatan untuk menangani bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.
“Indonesia adalah negara besar dengan banyak ahli hebat. Namun, penelitian kita selama ini belum sepenuhnya mendapat dukungan negara. Karena itu, Kementerian Kesehatan siap memfasilitasi dan mendanai berbagai inovasi dan riset yang potensial,” ujar dr Benjamin.
Dalam pertemuan itu, ia menyoroti penguatan sistem kesehatan nasional sebagai salah satu prioritas pemerintah. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam misi pemberantasan tuberkulosis yang dinilai masih menjadi tantangan besar di sektor kesehatan.
Menurut dr Benjamin, banyak inovasi dan capaian di dunia medis Indonesia yang belum terekspos secara luas. Karena itu, Kementerian Kesehatan membuka ruang kolaborasi yang lebih besar dengan perguruan tinggi, termasuk UNAIR, agar inovasi dapat berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Begitu banyak hal hebat di dunia medis yang belum terekspos. Kemenkes akan hadir untuk memfasilitasi dan mendanai agar inovasi-inovasi tersebut bisa berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengajak UNAIR memperkuat kolaborasi lintas institusi demi kepentingan publik. Ia menambahkan, sinergi antara Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan terus diperkuat guna mendukung kemajuan riset dan pelayanan kesehatan nasional.
Diskusi berlangsung dengan berbagai masukan dari para pakar dan guru besar FK UNAIR mengenai pengembangan riset kesehatan serta inovasi pelayanan medis. dr Benjamin juga membuka peluang komunikasi lebih intensif dengan UNAIR untuk pengembangan program strategis ke depan.
“Jika UNAIR memiliki gagasan bagus, langsung kontak saya saja. Penelitian UNAIR akan kami dukung dan danai. Nanti kita bentuk tim untuk koordinasi agar implementasinya berjalan optimal,” kata dr Benjamin.
Kunjungan tersebut disebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan tinggi dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang lebih kuat, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.