Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu mulai menguji coba aplikasi Simetris di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Uji coba ini dilakukan melalui sistem teknologi informasi berbasis server yang dirancang sebagai platform digital terpusat guna memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta keberlanjutan operasional dapur pusat atau Central Kitchen Command Center.
Pendiri Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu, Kartika Mega Wardhani, mengatakan pilot project Simetris bertujuan menyinkronkan seluruh proses produksi makanan secara real time, mulai dari pengelolaan stok bahan baku dari petani lokal hingga distribusi ke sekolah. Menurut Kartika, pengujian masih dilakukan secara internal untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal dan diharapkan dapat menjadi solusi pencegahan kasus keracunan makanan pada program MBG yang sebelumnya sempat terjadi di sejumlah daerah.
Dalam penerapannya, Simetris memuat pemantauan data asupan gizi, jumlah porsi makanan, hingga pengelolaan limbah secara digital. “Uji petik ini bukan sekadar soal teknologi, tapi bagaimana kita memastikan keberlanjutan program MBG. Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir bisa terpantau secara transparan,” ujar Kartika, Rabu (13/5/2026).
Kartika menambahkan, sistem ini terintegrasi dengan rantai pasok yang melibatkan produsen lokal di Gunungkidul. Selain diterapkan di Gunungkidul, Simetris direncanakan digunakan di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di DIY. Ia menyebut, pemanfaatan sistem tersebut diharapkan membantu dapur MBG menyerap hasil panen petani dan peternak lokal secara lebih terukur sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Kartika, sejak awal yayasan melibatkan generasi muda lokal seperti Petani Punk Gunungkidul dan Lumbung Mataram, serta bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk memperkuat ekosistem ketahanan pangan lokal. Ia berharap uji coba di dapur MBG Gunungkidul dapat menjadi prototipe yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Tim Ahli IT Yayasan Bijjana Paksi Sitengsu, Fajar Saptono, menjelaskan uji coba saat ini berada pada tahap pengujian sistem. Tim IT menyiapkan perangkat untuk command center, seperti printer, pemindai barcode, tablet, dan komputer yang akan diintegrasikan dengan Simetris.
Fajar memaparkan, pengujian dimulai dari pembuatan resep dan meal plan oleh ahli gizi, dilanjutkan pembuatan pesanan pembelian kepada pemasok, penerimaan produk di gudang, hingga proses persiapan. Seluruh tahapan tersebut dilakukan secara digital, termasuk proses memasak yang dilacak sistem menggunakan digital timer. Proses pengemasan pun dapat ditelusuri hingga ke tiap porsi, sementara kurir distribusi dapat membuat laporan perjalanan melalui telepon seluler sehingga aktivitas tercatat di command center.
Fajar juga menyebut Simetris memiliki beberapa fitur utama, antara lain monitoring gizi untuk memastikan menu memenuhi standar kalori dan nutrisi yang dibutuhkan siswa. Sistem ini dilengkapi fitur logistik real time untuk melacak armada distribusi agar makanan sampai dalam kondisi hangat dan segar, serta manajemen stok untuk menekan potensi pemborosan bahan baku melalui inventori yang lebih presisi. Selain itu, tersedia fitur transparansi anggaran berupa pencatatan biaya produksi yang akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Fajar, Gunungkidul dipilih sebagai lokasi pilot project karena memiliki karakteristik wilayah yang menantang, namun didukung potensi sumber daya lokal yang besar.