Fasilitas WiFi kini menjadi salah satu pertimbangan penting saat memilih maskapai, terutama bagi penumpang yang perlu tetap bekerja jarak jauh atau ingin menikmati hiburan seperti video selama penerbangan. Namun, kualitas WiFi di pesawat tidak selalu sama. Ada layanan yang hanya memadai untuk pesan teks, sementara yang lain cukup kuat untuk panggilan video hingga streaming film berkualitas tinggi.
Perbedaan ini banyak ditentukan oleh teknologi satelit yang digunakan maskapai, mulai dari sistem konvensional hingga teknologi yang lebih baru seperti satelit Ka-band dan Starlink yang menawarkan bandwidth lebih besar.
Dari sisi kecepatan unduh, JetBlue dan Delta Air Lines disebut berada di jajaran teratas. Keduanya menggunakan teknologi satelit Viasat dengan kisaran kecepatan unduh sekitar 15 hingga 50 Mbps. Kecepatan tersebut dinilai cukup untuk streaming YouTube tanpa hambatan berarti maupun mengunduh dokumen berukuran besar dari layanan cloud, termasuk bagi penumpang kelas ekonomi.
Delta juga disebut terus meningkatkan infrastrukturnya agar pengalaman internet di pesawat mendekati koneksi di rumah. Upaya ini menjadikannya salah satu acuan baru bagi maskapai di Amerika Serikat yang ingin memberikan layanan internet tanpa biaya tambahan.
Di sisi lain, Singapore Airlines disebut menawarkan stabilitas koneksi yang kuat untuk kebutuhan profesional. Meski kecepatan puncaknya tidak selalu menyamai layanan berbasis Starlink, konsistensi koneksi pada rute internasional jarak jauh dinilai baik. Penumpang kelas ekonomi yang menjadi anggota KrisFlyer dapat memanfaatkan koneksi stabil untuk membalas email dan menjelajah web secara umum.
Sementara itu, maskapai yang baru bekerja sama dengan Starlink, seperti Qatar Airways dan Hawaiian Airlines, mulai menawarkan peningkatan besar dengan kecepatan hingga 350 Mbps. Teknologi ini juga dikaitkan dengan latensi yang sangat rendah, sehingga memungkinkan aktivitas yang lebih menuntut seperti bermain gim online atau melakukan panggilan video konferensi dengan kualitas lebih jernih.
Meski demikian, penumpang tetap perlu mencermati skema akses yang diberikan masing-masing maskapai. Sejumlah maskapai di Eropa, seperti Lufthansa atau Air France, dapat menawarkan akses gratis tetapi dengan kecepatan yang sengaja dibatasi untuk aplikasi pesan saja. Layanan semacam ini umumnya berada di bawah 1 Mbps—cukup untuk WhatsApp, namun akan terasa lambat saat membuka media sosial yang sarat gambar dan video.
Karena itu, sebelum memesan tiket, penumpang disarankan memeriksa apakah WiFi yang ditawarkan bersifat “Full Access” atau hanya “Messaging Only”. Dengan memahami batasan layanan sejak awal, ekspektasi selama penerbangan dapat lebih terjaga dan aktivitas tetap berjalan tanpa gangguan berarti.