Kemajuan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) menghadirkan berbagai inovasi di banyak sektor. Namun, perkembangan ini juga diikuti penyalahgunaan AI untuk memproduksi hoaks dan penipuan yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Salah satu bentuk yang kerap disorot adalah deepfake, yakni manipulasi video, gambar, atau audio yang dapat menampilkan seseorang seolah mengatakan atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Konten semacam ini dinilai berisiko mengaburkan batas antara fakta dan fiksi, serta dapat mengikis kepercayaan publik terhadap informasi.
Sejumlah hoaks berbasis AI telah terungkap, termasuk di Indonesia. Kanal Cek Fakta Liputan6.com merangkum beberapa contoh klaim yang beredar di media sosial dan dikaitkan dengan pemanfaatan AI.
Klaim video Wapres Gibran memberi bantuan Rp 40 juta
Cek Fakta Liputan6.com menemukan unggahan di Facebook pada 31 Januari 2026 yang menampilkan klaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan bantuan dana sebesar Rp 40 juta. Unggahan tersebut memuat ajakan “suka dan bagikan postingan” serta menyertakan video pidato yang disertai narasi tentang penyaluran bantuan tunai bagi warga yang belum pernah menerima bansos.
Klaim video Menkeu Purbaya mengumumkan bansos UMKM
Masih pada 31 Januari 2026, Cek Fakta Liputan6.com juga mendapati unggahan Facebook yang mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bantuan bansos untuk UMKM. Video menampilkan sosok Purbaya mengenakan jas hitam dan dasi biru muda, disertai logo “Inews” dan narasi bernuansa ajakan berdoa. Unggahan tersebut turut mencantumkan tautan untuk mengirim pesan yang mengarah ke percakapan di Facebook.
Klaim rekaman penumpang detik-detik pesawat ATR 42-500 jatuh
Cek Fakta Liputan6.com juga menemukan unggahan Facebook pada 21 Januari 2026 yang mengklaim sebagai rekaman salah satu penumpang saat pesawat ATR 42-500 jatuh. Video tersebut menampilkan pesawat di langit, bagian mesin yang terlihat berputar, serta cuplikan kabin. Dalam video tercantum tulisan “Detik-detik jatuhnya pesawat yang direkam salah satu penumpang” dan keterangan unggahan menyebut “Rekaman salah satu penumpang pesawat ATR 42-500 Sabtu 17-1 2026”.
Kumpulan contoh di atas menunjukkan bagaimana konten yang menampilkan figur publik atau peristiwa dramatis dapat digunakan untuk menarik perhatian, mendorong interaksi, atau mengarahkan pengguna ke tautan tertentu. Di tengah maraknya konten semacam ini, literasi media dan kehati-hatian saat menerima informasi di media sosial menjadi penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh klaim yang menyesatkan.