BERITA TERKINI
Amazon dan AWS Edukasi 400+ Siswi di Karawang-Bekasi soal AI, Coding, hingga Pengembangan Gim

Amazon dan AWS Edukasi 400+ Siswi di Karawang-Bekasi soal AI, Coding, hingga Pengembangan Gim

Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia menjalankan program literasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang melibatkan lebih dari 400 siswi dari 10 sekolah di Karawang dan Bekasi. Program ini untuk pertama kalinya di Indonesia menjangkau peserta dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Inisiatif tersebut digelar di tengah percepatan transformasi digital berbasis AI yang dinilai belum sepenuhnya diimbangi kesiapan sumber daya manusia. Program ini juga diarahkan untuk mendorong pelajar perempuan melihat teknologi sebagai pilihan karier, sekaligus menantang stereotip gender di sektor yang masih didominasi laki-laki.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengapresiasi kolaborasi itu sebagai bagian dari upaya menyiapkan talenta masa depan. Ia menyebut target pemerintah pada 2030 adalah membangun 9 juta talenta digital, namun target tersebut akan ditingkatkan menjadi 12 juta. Menurutnya, perempuan muda perlu didorong menjadi bagian dari talenta digital masa depan, karena teknologi dapat menjadi sumber pemberdayaan bagi individu, keluarga, komunitas, hingga bangsa.

Urgensi penguatan keterampilan digital juga tercermin dari laporan Amazon Web Services (AWS) bersama Strand Partners. Laporan itu menyebut lebih dari 18 juta pelaku usaha di Indonesia—sekitar 28 persen—telah mengadopsi AI, dengan tingkat pertumbuhan tahunan mencapai 47 persen pada 2025. Meski demikian, 57 persen bisnis di Indonesia masih menghadapi kesenjangan keterampilan digital.

Indonesia Regional Manager of Data Center Operations AWS, Winu Adiarto, menekankan pentingnya membangun fondasi sejak usia sekolah. Ia mengatakan Indonesia tengah mempersiapkan diri dalam proses adopsi AI, sehingga program tahun ini diadaptasi untuk mencakup AI dan teknologi serupa, sekaligus memperluas cakupan hingga siswi SD. Tujuannya, memicu minat dan membangun rasa percaya diri sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, program menghadirkan sesi inspiratif dan lokakarya berbasis proyek. Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, dasar-dasar coding, pengembangan gim, serta robotika untuk pemula.

Dua figur perempuan dari industri teknologi turut berbagi pengalaman, yakni Cecilia Astrid Maharani (VP Data & AI di Mekari) serta Riris Marpaung (CEO & Founder GameChanger Studio dan Co-Founder Indonesia Women in Game). Cecilia menyoroti masih rendahnya representasi perempuan di sektor teknologi.