PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dengan kode saham WIFI memperkuat ekspansi bisnis konektivitas nasional setelah anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, resmi mengantongi lisensi operasional layanan Fixed Wireless Access (FWA). Lisensi tersebut diperoleh usai Telemedia menuntaskan Uji Laik Operasi (ULO) untuk produk IRA–Internet Rakyat yang menggunakan pita frekuensi 1,4 GHz, menandai kesiapan layanan untuk segera diluncurkan secara komersial.
Perusahaan menyatakan keberhasilan ULO ini menjadikan IRA sebagai implementasi komersial pertama di dunia yang memanfaatkan frekuensi 1,4 GHz. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan unduh hingga 100 Mbps, yang disebut melampaui standar minimum Kementerian Komunikasi dan Digital.
Manajemen menilai penggunaan frekuensi 1,4 GHz menawarkan sejumlah keunggulan teknis, antara lain penetrasi indoor yang kuat, jangkauan yang luas, stabilitas koneksi, serta efisiensi biaya. Karakteristik tersebut dinilai sesuai untuk kawasan padat penduduk maupun wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur kabel.
Direktur Utama Telemedia sekaligus Direktur SURGE, Shannedy Ong, menyebut pencapaian ini sebagai milestone strategis menuju monetisasi layanan. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah preregistrasi telah melampaui 1,1 juta pelanggan.
Di tingkat grup, layanan IRA diposisikan sebagai pelengkap jaringan serat optik yang telah dibangun, sekaligus solusi untuk memperluas penetrasi internet nasional secara lebih cepat, inklusif, dan berkelanjutan sesuai strategi jangka panjang perseroan. Sementara itu, saham WIFI tercatat ditutup pada level 2.770 dan masih berada dalam tren melemah dibandingkan posisi sebulan sebelumnya di 3.530.