BERITA TERKINI
BRIN Tawarkan Teknologi SAR dan Peringatan Dini Berbasis AI untuk Mitigasi Banjir Jabodetabek

BRIN Tawarkan Teknologi SAR dan Peringatan Dini Berbasis AI untuk Mitigasi Banjir Jabodetabek

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyoroti banjir yang terjadi belakangan ini di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). BRIN menyatakan terus melakukan riset untuk mencari solusi agar persoalan banjir tidak semakin parah dan dapat diterapkan oleh pemerintah.

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Budi Heru Santosa, menyampaikan ada sejumlah riset yang dinilai relevan untuk membantu penanganan banjir. Salah satunya adalah pemanfaatan teknologi Synthetic Aperture Radar (SAR) untuk memantau penurunan muka tanah yang berkaitan erat dengan risiko banjir.

Menurut Budi, penurunan muka tanah dapat membuat permukaan air laut menjadi lebih tinggi dibanding daratan sehingga meningkatkan potensi banjir rob yang lebih sering. Kondisi ini juga berpengaruh pada infrastruktur drainase karena penurunan tanah berpotensi ikut menurunkan elevasi drainase, sehingga kemampuannya menyerap dan mengalirkan air tidak lagi optimal seperti saat pertama dibangun. Ketika drainase semakin tidak berfungsi maksimal, banjir lebih mudah terjadi dan genangan cenderung surut lebih lama.

Riset berikutnya yang ditawarkan BRIN adalah penerapan kecerdasan buatan untuk membangun sistem peringatan dini banjir yang lebih akurat dan responsif. Dengan peringatan dini yang lebih tepat, pemerintah disebut dapat melakukan persiapan atau langkah antisipasi agar dampak banjir tidak terlalu parah, termasuk memastikan fungsi drainase berjalan baik sehingga genangan dapat lebih cepat surut.

Selain itu, BRIN juga mengusulkan penggunaan data dinamika penurunan tanah sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk meninjau kembali perencanaan tata ruang. Data tersebut dinilai dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan.

Budi menambahkan, faktor penyebab banjir di Jabodetabek tidak hanya terkait penurunan muka tanah. Ia menyebut alih fungsi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi permukiman atau bangunan beton turut berkontribusi. Di sisi lain, drainase yang tidak berfungsi optimal membuat genangan lebih sulit surut.

Faktor lain yang dinilai krusial adalah berkurangnya situ dan kawasan hulu yang seharusnya berperan mengendalikan banjir. Budi menyatakan hilangnya situ dan danau memperparah kondisi yang sudah kompleks karena mengurangi kapasitas tampungan air dan kemampuan infiltrasi secara signifikan.