BERITA TERKINI
Cyber Polygon dan Isu Pemadaman Listrik-Internet 7 Hari: Menelusuri Fakta di Balik Narasi yang Beredar

Cyber Polygon dan Isu Pemadaman Listrik-Internet 7 Hari: Menelusuri Fakta di Balik Narasi yang Beredar

Dalam beberapa pekan terakhir, ruang publik Indonesia kembali diramaikan narasi mengenai Cyber Polygon yang dikaitkan dengan prediksi pemadaman listrik dan internet secara total selama tujuh hari. Isu tersebut banyak beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran, terutama karena kerap disambungkan dengan pernyataan Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dalam sebuah podcast yang potongannya viral.

Narasi yang berkembang menyebut seolah-olah ada skenario tertentu yang akan berujung pada pemadaman luas. Namun, penelusuran terhadap konteks istilah dan kegiatan yang dimaksud menunjukkan bahwa Cyber Polygon pada dasarnya merupakan latihan keamanan siber, bukan agenda untuk memprediksi atau merencanakan pemadaman listrik maupun internet.

Apa itu Cyber Polygon?

Cyber Polygon adalah latihan keamanan siber internasional yang diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi serangan digital berskala besar. Program tahunan ini difasilitasi oleh BI.ZONE dan melibatkan berbagai peserta lintas sektor, mulai dari pemerintahan, perbankan, hingga sektor swasta dari banyak negara.

Tujuan utamanya adalah memperkuat ketahanan siber—yakni kesiapan dan kemampuan menghadapi insiden siber—melalui simulasi serangan terhadap sistem informasi dan jaringan. Dalam latihan tersebut, peserta berlatih melakukan investigasi teknis, melindungi data, serta merespons ancaman siber yang kompleks. Pada 2024, latihan ini diikuti lebih dari 300 organisasi dari 65 negara.

Bagaimana Cyber Polygon dikaitkan dengan isu pemadaman?

Kaitan dengan isu pemadaman listrik dan internet selama tujuh hari mencuat setelah pernyataan Dharma Pongrekun dalam sebuah video yang menyebar luas. Dalam pernyataannya, ia mengimbau masyarakat agar bersiap menghadapi kemungkinan situasi darurat ekstrem, termasuk potensi gangguan layanan listrik atau internet, dengan menyiapkan perlengkapan darurat. Namun, pernyataan tersebut bukan prediksi pasti, melainkan ajakan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Di media sosial, potongan pernyataan itu kemudian berkembang menjadi klaim yang lebih luas. Sejumlah unggahan mengaitkannya dengan krisis global, konflik geopolitik, hingga dugaan adanya “agenda tersembunyi” yang dilekatkan pada istilah Cyber Polygon. Padahal, tidak ada bukti atau pernyataan resmi yang mendukung klaim tentang pemadaman listrik dan internet total selama tujuh hari di Indonesia. Klaim semacam itu juga disebut telah dibantah oleh cek fakta independen sebagai tidak akurat.

Mengapa narasi ini mudah menyebar?

Ada beberapa faktor yang membuat isu seperti ini cepat meluas. Pertama, literasi siber publik yang masih rendah terhadap istilah teknis, seperti serangan siber, ketahanan internet, maupun konsep latihan simulasi. Akibatnya, istilah yang seharusnya dipahami dalam konteks pelatihan bisa ditangkap sebagai ancaman nyata.

Kedua, ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital membuat wacana gangguan listrik atau internet mudah memicu kecemasan. Ketiga, penggunaan istilah dramatis dalam materi latihan, jika tersebar tanpa konteks, kerap dianggap sebagai ramalan kejadian di masa depan.

Sejumlah pakar keamanan siber menekankan bahwa latihan seperti Cyber Polygon merupakan bagian dari upaya global untuk memperkuat pertahanan digital—serupa dengan latihan tanggap bencana di dunia fisik. Fokusnya adalah meningkatkan koordinasi dan kecepatan respons ketika insiden nyata terjadi, bukan menyusun skenario pemadaman.

Ancaman siber nyata, tetapi berbeda dari narasi pemadaman

Meski narasi pemadaman listrik dan internet selama tujuh hari dinilai tidak berdasar, ancaman siber terhadap layanan digital tetap merupakan persoalan nyata. Serangan terhadap pusat data, ransomware, maupun gangguan layanan digital telah terjadi di berbagai negara dan menjadi perhatian otoritas serta pengelola sistem informasi untuk memperkuat perlindungan.

Indonesia sendiri disebut mencatat jutaan serangan siber yang diblokir setiap tahun, menandakan bahwa ancaman terhadap infrastruktur digital bukan sekadar fiksi. Namun, fakta tersebut tidak otomatis menguatkan klaim tentang pemadaman total selama periode tertentu.

Kesimpulan

Cyber Polygon merupakan latihan keamanan siber internasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi serangan digital skala besar. Sementara itu, pernyataan Dharma Pongrekun tentang kemungkinan gangguan layanan dalam situasi darurat dipahami sebagian pihak tanpa konteks dan kemudian berkembang menjadi narasi pemadaman listrik dan internet. Hingga kini, tidak ada bukti maupun pernyataan resmi yang mendukung klaim pemadaman total selama tujuh hari di Indonesia.