Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di MA Miftahurroja’, Desa Wisata Lebak Muncang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/01/2026). Kegiatan ini digelar di tengah tantangan krisis komunikasi antarpribadi pada era digital.
PKM bertajuk “Literasi Digital Remaja Berbasis Nilai Keagamaan dan Kelekatan Keluarga” tersebut ditujukan untuk membentengi remaja dari dampak negatif media sosial yang dinilai mulai menggerus kesantunan kepada orang tua serta memicu kerapuhan sosial di dunia nyata.
Dosen KPI Unisba yang menjadi narasumber, Dr. Nia Kurniati Syam, M.Si, menyoroti fenomena remaja yang terhubung intens melalui layar gawai, namun justru mengalami jarak komunikasi dengan lingkungan terdekat, terutama orang tua.
“Kita melihat fenomena di mana sinyal gadget penuh, tapi komunikasi dengan orang tua sering ‘No Service’. Melalui PKM ini, kami membawa misi dakwah untuk mengembalikan fungsi gadget sebagai wasilah (sarana) menuju ridho Allah, bukan penghalang adab,” ujar Nia di hadapan puluhan siswa MA Miftahurroja’.
Dalam sesi pemaparan, Ahmad Mudakir, S.Th.I, M.Ag. menekankan pentingnya prinsip tabayyun atau verifikasi informasi dalam bermedia sosial. Ia juga mengajak siswa mempraktikkan komunikasi antarpribadi yang santun, antara lain melalui “eye contact” dan “digital fasting” atau puasa digital saat berada di rumah.
Salah satu sesi yang disebut paling menyentuh berlangsung saat simulasi “Pesan Cinta untuk Orang Tua”. Para siswa diminta mengirim pesan singkat berisi permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada orang tua melalui WhatsApp. Suasana haru muncul ketika beberapa siswa menerima balasan langsung dari orang tua mereka.
Kepala MA Miftahurroja’ menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyatakan materi yang disampaikan relevan dengan kondisi remaja saat ini yang dinilai mulai menjauh secara emosional dari keluarga akibat kecanduan gawai.
Unisba menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen Fakultas Dakwah dalam mewujudkan profil lulusan dan pendidik yang Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid, dengan terjun langsung menangani problematika umat di tingkat perdesaan. Melalui program ini, penyelenggara berharap remaja di Desa Wisata Lebak Muncang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga menjaga akhlak serta memperkuat kasih sayang dalam keluarga.