BERITA TERKINI
DPRD Pekanbaru Dorong Penataan Tiang Fiber Optik, Usulkan Skema Tiang Bersama Dikelola BUMD

DPRD Pekanbaru Dorong Penataan Tiang Fiber Optik, Usulkan Skema Tiang Bersama Dikelola BUMD

PEKANBARU — Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penataan tiang kabel fiber optik yang dinilai semrawut di sejumlah titik di Kota Pekanbaru. Usulan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet dan WiFi, yang di sisi lain diikuti pemasangan tiang oleh masing-masing penyedia layanan tanpa koordinasi.

Roni menilai kondisi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga. Ia menyebut, sudah ada warga yang menjadi korban akibat terjerat kabel. Selain itu, tiang tumpu fiber optik juga pernah tumbang di Jalan Rindang, Kecamatan Bukit Raya, beberapa waktu lalu.

Menurut Roni, persoalan utama adalah penataan pemasangan tiang yang saat ini dibiarkan dilakukan sendiri-sendiri oleh setiap provider. Ia mencontohkan, dalam satu titik bisa terdapat lima hingga enam tiang tumpu.

“Jadi pertama adalah penataannya dulu. Apakah memang harus kita biarkan setiap provider masang tiang-tiang tumpu seperti hari ini. Satu titik itu ada 5 sampai 6 tiang tumpu loh,” kata Roni, Selasa (10/2/2026).

Ia mengingatkan bahwa konsep penggunaan tiang bersama pernah diterapkan. Saat itu, tiang milik Telkom menjadi tiang utama yang dapat dimanfaatkan bersama oleh penyedia layanan lainnya.

Roni kemudian mengusulkan agar skema tiang bersama tersebut kembali diterapkan dengan melibatkan BUMD. Menurutnya, BUMD dapat bekerja sama dengan Telkom untuk mengelola tiang yang ada, atau BUMD membangun tiang sekaligus jaringannya untuk kemudian digunakan oleh para provider. Skema itu, kata dia, berpotensi menjadi sumber pendapatan BUMD dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Nah, kenapa ini tidak dijadikan ide untuk bersama-sama melalui BUMD misalnya yang mengelola ini bekerjasama dengan Telkom. Tiang itu yang dipakai atau BUMD yang bangun tiangnya sekaligus bangun jaringannya kemudian dipakai oleh provider-provider dan nanti jadi pendapatan bagi BUMD dan PAD,” ujarnya.

Roni menegaskan, melalui penataan yang lebih tertib, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet tetap dapat dipenuhi tanpa mengorbankan estetika kota maupun keselamatan warga. Ia berharap tidak lagi ditemukan tiang-tiang yang menumpuk pada satu titik hingga menyerupai “rumpun bambu”, serta kabel yang berseliweran dan gulungan kabel yang tergantung.

“Itu yang kita inginkan sehingga tidak ada tiang tumpu di satu titik itu seperti rumpun bambu seperti kita lihat di lapangan, terus kabel-kabel berseliweran, gulungan-gulungan kabel yang digantung, itu kan merusak estetika, merusak keindahan kota Pekanbaru hingga mengancam keselamatan masyarakat,” kata Roni.