Perkembangan teknologi digital dinilai membawa perubahan besar pada pola tumbuh kembang anak. Penggunaan gadget yang semakin masif membuat orang tua perlu menyiapkan pola asuh yang tepat agar anak tetap berkembang secara sehat, baik dari sisi emosional, sosial, maupun spiritual.
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Safari Psikologi bertema “Parenting Islami: Pola Mendidik Anak di Era Digital” yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Diskominfo Kabupaten Bandung di Gedung Oriza, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini diikuti perwakilan DWP dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan se-Kabupaten Bandung. Para peserta membahas berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak generasi Alpha di era digital, mulai dari berkurangnya aktivitas fisik, menurunnya kemampuan bersosialisasi, hingga kesulitan mengendalikan emosi akibat penggunaan gadget yang berlebihan.
Psikolog klinis anak, Yogi Kusprayogi, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua. Ia menyampaikan, orang tua perlu melatih sensor motorik anak melalui aktivitas fisik dan permainan yang melibatkan gerak. Selain itu, orang tua juga didorong untuk mengenal anak lebih dalam, memahami karakter dan emosinya, serta membangun dialog dengan menanyakan minat dan cita-cita anak.
“Dengan begitu, anak merasa diperhatikan dan didampingi,” ujarnya.
Selain pendekatan psikologis, pengasuhan berbasis nilai keislaman juga dinilai penting dalam membentuk karakter anak. Orang tua didorong menanamkan nilai tauhid sejak dini, membangun komunikasi yang terbuka, serta terus meningkatkan pemahaman terkait tumbuh kembang anak.
Ketua DWP Diskominfo Kabupaten Bandung, Putri Candrasuci, menyatakan edukasi parenting menjadi bagian penting dalam mempersiapkan keluarga menghadapi perubahan sosial akibat perkembangan teknologi digital. Menurutnya, orang tua perlu memiliki pemahaman yang baik agar mampu menerapkan pola asuh yang tepat sekaligus membangun komunikasi yang berkualitas dengan anak.
Ia berharap edukasi serupa dapat memberikan manfaat yang luas dan dapat diterapkan langsung dalam kehidupan keluarga.
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Bandung, Tintin Cakra Amiyana, menilai penggunaan gadget memiliki dua sisi yang perlu disikapi secara bijak oleh orang tua. Ia mengatakan gadget dapat bermanfaat jika digunakan secara positif, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif bila tidak diawasi.
Karena itu, ia menekankan peran orang tua penting dalam membimbing anak agar mampu memilah informasi yang mudah diakses melalui gawai.
Melalui Safari Psikologi tersebut, DWP Diskominfo Kabupaten Bandung mendorong penguatan literasi digital keluarga serta penerapan pola parenting Islami yang adaptif, dengan harapan anak-anak dapat tumbuh cerdas secara digital, sehat secara emosional, dan kuat secara spiritual.