BERITA TERKINI
Google dan YouTube Perbarui Fitur Keamanan dan Kontrol Orang Tua pada Hari Internet Aman Sedunia

Google dan YouTube Perbarui Fitur Keamanan dan Kontrol Orang Tua pada Hari Internet Aman Sedunia

Google dan YouTube menyampaikan pembaruan fitur yang ditujukan untuk membantu anak-anak dan remaja belajar serta berkembang dengan aman di ruang digital, bertepatan dengan peringatan Hari Internet Aman Sedunia. Selama lebih dari satu dekade, kedua platform tersebut menyebut telah menghadirkan produk, mendukung program, dan menerapkan perlindungan bawaan, sekaligus menyediakan alat dan sumber daya bagi orang tua untuk mengambil keputusan teknologi bagi keluarga.

Salah satu pembaruan berfokus pada penyederhanaan kontrol orang tua. Desain Google Family Link kini memungkinkan orang tua menggeser profil anak dan mengelola perangkat dari satu halaman, melihat ringkasan penggunaan per perangkat, menetapkan batas waktu, serta menyesuaikan kontrol melalui tab pengelolaan waktu pemakaian perangkat yang disatukan.

Di YouTube, pengalaman pendaftaran yang diperbarui disebut akan memudahkan orang tua membuat akun anak baru dan beralih akun di aplikasi seluler sesuai siapa yang menonton. Orang tua juga dapat menyetel waktu yang diizinkan untuk men-scroll video Shorts, dan akan tersedia opsi untuk menyetel timer ke nol. Selain itu, bagi pengelola akun anak dan remaja yang diawasi, tersedia pengaturan pengingat Waktu Tidur dan Istirahat kustom yang melengkapi perlindungan kesehatan digital bawaan.

YouTube juga menekankan keberadaan perlindungan otomatis bagi pengguna di bawah 18 tahun. Di antaranya, estimasi usia yang menggunakan machine learning untuk memperkirakan usia pengguna agar pengalaman menonton lebih sesuai. Platform ini juga membatasi rekomendasi konten yang berpotensi berdampak negatif bagi remaja jika ditonton berulang. Perlindungan default lainnya mencakup pengingat Take a Break dan Bedtime reminders, dengan fitur Take a Break yang otomatis muncul setiap 60 menit. Sementara itu, untuk kreator berusia 13 hingga 17 tahun, setelan privasi video yang diunggah akan otomatis disetel ke mode Pribadi (Private).

Untuk mendukung fokus belajar, fitur Waktu sekolah kini tersedia bagi ponsel dan tablet Android. Fitur ini dapat mengurangi gangguan dengan menjadwalkan fungsi ponsel yang terbatas dan membisukan notifikasi selama jam sekolah. Orang tua juga dapat menyesuaikan pengaturan saat libur, hari khusus, atau waktu makan siang dan istirahat, termasuk memilih aplikasi yang dibisukan atau dibatasi serta melihat aplikasi yang digunakan anak selama maupun di luar waktu sekolah.

Dari sisi konten, YouTube menyebut telah memperkenalkan prinsip konten berkualitas baru untuk remaja dan panduan kreator agar remaja lebih mudah menemukan konten yang menyenangkan, sesuai usia, berkualitas lebih tinggi, dan lebih bermanfaat. Prinsip tersebut digunakan untuk mengedukasi komunitas kreator global dan memengaruhi sistem rekomendasi agar video berkualitas tinggi lebih sering ditampilkan kepada remaja. YouTube juga menyatakan bermitra dengan kreator dan programmer konten, termasuk Sesame Street, untuk menghadirkan konten yang dinilai lebih bermanfaat bagi keluarga.

Di bidang edukasi, pada Agustus lalu diluncurkan panduan literasi AI Tangkas Berinternet yang menyediakan rencana pelajaran yang dapat diunduh serta aktivitas kelas bagi pendidik kelas 2–8, guna membuat konsep literasi AI dasar lebih menarik bagi siswa. Program ini disebut akan terus dikembangkan melalui kurikulum dan Roadshow Keamanan Online di Kanada dan Amerika Serikat pada tahun ini.

Google juga memperkenalkan mode Guided Learning di Gemini yang diposisikan sebagai pendamping belajar AI personal. Mode ini dirancang untuk membantu siswa membangun pemahaman mendalam tentang berbagai subjek dan persoalan rumit, bukan sekadar memberikan jawaban instan, melalui pertanyaan terbuka dan mendalam saat mengeksplorasi topik seperti sejarah hingga ilmu komputer.

Selain pembaruan produk, Google menyampaikan kerja sama dengan sejumlah mitra. Pada 2025, mitra mereka melatih lebih dari 60.000 pengasuh, pendidik, dan orang tua mengenai alat keamanan online Google di AS, Brasil, India, Meksiko, Inggris, dan Spanyol. Perusahaan juga mengumumkan perluasan kemitraan dengan sejumlah organisasi, termasuk Parent Teachers Association, National Center for Families and Learning, Education for Sharing, National Cybersecurity Alliance, UpEducators, Fundación ANAR, dan SaferNet, dengan target melatih 200 ribu keluarga dan praktisi tentang alat untuk menjaga keamanan anak dan keluarga saat online.